Anggota MPR RI, Johan Rosihan Dorong Gunung Tambora Jadi Role Model Konservasi Alam dan Eduwisata Nasional

- Editorial Team

Minggu, 15 Juni 2025 - 14:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Johan Rosihan, Anggota MPR RI

Johan Rosihan, Anggota MPR RI

JAKARTA– Gunung Tambora berlokasi di Semenanjung Sanggar, Sumbawa · Kabupaten Dompu dan Bima, Nusa Tenggara Barat, merupakan salah satu destinasi wisata alam di Indonesia. Merupakan salah satu aset wisata alam yang masuk dalam kawasan Timur Indonesia dan harus dijaga kelestariannya.

Hal itu disampaikan oleh Anggota MPR RI, Johan Rosihan. Ia mendorong pemerintah pusat menetapkan Gunung Tambora sebagai Kawasan Strategis Nasional (KSN), berbasis konservasi dan kebudayaan.

Untuk itu, Johan mengusulkan dibentuknya pusat interpretasi geowisata dan edukasi berbasis sejarah serta program kolaborasi riset internasional untuk menarik perhatian dunia terhadap pentingnya pelestarian kawasan ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tambora adalah simfoni alam, sejarah, dan masa depan konservasi Indonesia. Kita tidak bisa lagi memisahkan antara pelestarian, edukasi, dan pengembangan ekonomi lokal berbasis wisata berkelanjutan,” kata Johan kepada wartawan Parlemen di Jakarta.

Pernyataan itu disampaikan usai melakukan pendakian di Gunung Tambora dengan ketinggian 2.851 mdpl Puncak Tambora, dalam kegiatannya mendaki dan mengunjungi langsung ke puncak Gunung Tambora bersama tim dari Taman Nasional Tambora, Rabu (11/6/2025) pekan lalu.

Adapun kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Johan dalam mendorong pelestarian kawasan konservasi sekaligus pengembangan Tambora sebagai pusat edukasi dan pariwisata berkelanjutan di Pulau Sumbawa.

Johan menyebut bahwa Gunung Tambora bukan sekadar destinasi wisata alam, tetapi merupakan kawasan yang menyimpan nilai ekologis, historis, dan strategis dalam kebijakan pembangunan nasional. Ia menegaskan perlunya pengelolaan terpadu yang tidak hanya fokus pada pelestarian alam, tetapi juga penguatan identitas sejarah dan pemberdayaan ekonomi lokal.

Diketahui, letusan Tambora pada tahun 1815 merupakan peristiwa vulkanik terbesar dalam sejarah modern yang berdampak global. Johan menilai narasi sejarah besar ini belum sepenuhnya diangkat dalam sistem pendidikan nasional maupun dalam kerangka promosi wisata budaya.

“Dulu Tambora menyapa dunia melalui letusannya yang mengubah iklim global. Kini saatnya dunia menyapa Tambora melalui riset, konservasi, dan pariwisata edukatif yang berkeadilan,” terang Anggota Komisi IV DPR RI ini.

Selain mendorong kebijakan konservasi, Johan juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat lokal sebagai pelaku utama dalam sistem ekowisata dan pengawasan kawasan. Menurutnya, pendekatan berbasis kearifan lokal adalah kunci keberhasilan pengelolaan jangka panjang.

“Ini adalah langkah kami untuk mengangkat Tambora dalam agenda kebijakan nasional, dan mengundang semua pihak, baik pemerintah, dunia usaha, akademisi, maun komunitas lokal untuk menjadikan Tambora sebagai teladan dalam harmoni antara alam, budaya, dan pembangunan,”tegas Johan. **

Editor : Tim MT.

 

 


Eksplorasi konten lain dari mediatimor.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berita Terkait

Aktivis FAHAM Minta Gubernur NTT Intervensi Tuntaskan Sengketa di Perbatasan Matim dan Ngada
Ketua Fraksi PKB MPR RI Neng Eem Sebut, Pasal 33 UUD 1945 Merupakan  Kunci Kemandirian Bangsa
Apresiasi dan Harapan Tokoh Masyarakat Manokwari Terhadap Pengelolaan Bandara Rendani
Selama 28 Hari dengan Jarak Tempuh 486, 7 KM, Akhirnya Tim Jelajah Laut Nusantara Tiba di Bajo
Atip Latipulhayat: Revisi UU Sisdiknas Harus Satukan Sistem Pendidikan Nasional
Indosat dan GoTo Luncurkan Model 70 Miliar Parameter dengan Layanan Chat Multibahasa
Ketua KWI Ajak Anggota ISKA Jadi Agen Pembawa Harapan di Tengah Disinformasi
KOMPAK Minta Presiden Prabowo Bentuk Satgas Berantas Mafia Rokok Illegal  

Berita Terkait

Senin, 18 Agustus 2025 - 16:50 WITA

Aktivis FAHAM Minta Gubernur NTT Intervensi Tuntaskan Sengketa di Perbatasan Matim dan Ngada

Sabtu, 26 Juli 2025 - 20:06 WITA

Ketua Fraksi PKB MPR RI Neng Eem Sebut, Pasal 33 UUD 1945 Merupakan  Kunci Kemandirian Bangsa

Jumat, 25 Juli 2025 - 12:34 WITA

Apresiasi dan Harapan Tokoh Masyarakat Manokwari Terhadap Pengelolaan Bandara Rendani

Minggu, 15 Juni 2025 - 14:11 WITA

Anggota MPR RI, Johan Rosihan Dorong Gunung Tambora Jadi Role Model Konservasi Alam dan Eduwisata Nasional

Rabu, 4 Juni 2025 - 14:20 WITA

Selama 28 Hari dengan Jarak Tempuh 486, 7 KM, Akhirnya Tim Jelajah Laut Nusantara Tiba di Bajo

Selasa, 3 Juni 2025 - 16:48 WITA

Atip Latipulhayat: Revisi UU Sisdiknas Harus Satukan Sistem Pendidikan Nasional

Selasa, 3 Juni 2025 - 14:49 WITA

Indosat dan GoTo Luncurkan Model 70 Miliar Parameter dengan Layanan Chat Multibahasa

Minggu, 1 Juni 2025 - 09:16 WITA

Ketua KWI Ajak Anggota ISKA Jadi Agen Pembawa Harapan di Tengah Disinformasi

BERITA LAINNYA

Freni Lutruntuhluy, News Director of OkminTV.com, and Apolo Justino França Da Silva, Trade and Industry Attaché at the Embassy of Timor-Leste in Indonesia.

Internasional

Timor Leste, Negara Kecil Menyimpan Potensi Yang Luar Biasa

Senin, 24 Nov 2025 - 18:59 WITA