oleh

Terbitkan Berita Sudutkan Korban Penculikan di Nagekeo, Empat Media Online Diadukan ke Dewan Pers

JAKARTA, MediaTimor.com– Empat media Online yakni Victorynews.id, Laskarmedia.com, Nusantarapedia.net, dan Miindonews.co.id, antara tanggal 15-16 Oktober 2022,

menerbitkan pernyataan Kasat Reskrim Polres Nagekeo, Iptu Rifai, SH, yang berisi menyudutkan anak berinisial AGFD dan kakak kandungnya, Gregorius R Daeng.

Berita yang terbit secara serentak tersebut dinilai oleh Pengadu tidak berimbang, sepihak dan berat sebelah.

Diketahui, AGFD sendiri merupakan anak yang menjadi korban penculikan dan penganiayaan sebanyak dua kali. Kasus tersebut diadvokasi dan dibela sepuluh pengacara yang tergabung dalam Gerakan Advokasi Anti Penculikan Anak (GALAK).

Dalam keterangan resmi, Gregorius R. Daeng yang merupakan eks Advokat LBH Jakarta, menjelaskan bahwa pihaknya mengadukan 4 empat media Online karena keberatan atas isinya yang menyudutkannya, adiknya, dan keluarganya.

Sedangkan wartawan dari empat media Online tersebut tidak pernah meminta tanggapan dan konfirmasi terkait pernyataan Kasat Reskrim Polres Nagekeo.

“Pemberitaan empat media itu sangat tidak berimbang atau tidak profesional. Narasi pemberitaan mereka seolah juru bicara Polres Nagekeo. Ini sangat merugikan kepentingan saya dan keluarga yang sedang menuntut keadilan atas 2 kasus penculikan dan penganiayaan yang dialami adik saya,” kata Gregorius dalam keterangan persnya di Dewan Pers, Selasa (8/11/2022).

Dengan melupakan prinsip Cover Both Side atau keberimbangan, lanjut Greg, empat media di atas diduga keras melanggar Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers sehingga meminta Dewan Pers memberikan sanksi yang menghukum media dan wartawan yang menerbitkan berita tersebut.

“Sebagai warga negara dan masyarakat yang berhak berdasarkan Undang-Undang Pers, saya minta Dewan Pers untuk memeriksa dan menindak tegas para wartawan atas dugaan pelanggaran etik yang dilakukan keempat media tersebut,” ujarnya.

Senada dengan hal itu, Kuasa Hukum Pengadu dari Tim GALAK, M Khoiri menerangkan, pihaknya juga meminta agar Dewan Pers memeriksa kelengkapan administrasi media (Miindonews.co.id) yang tidak mencantumkan struktur dan pengurus Redaksi sehingga tidak jelas penanggungjawabnya.

“Sebelum menerbitkan pernyataan Kasat Reskrim Polres Nagekeo yang menyudutkan korban dan Tim GALAK, harusnya empat media tersebut konfirmasi ke kami juga agar informasi yang terpublikasi berimbang. Salah satu media (Miindonews.co.id) bahkan tidak mencantumkan susunan redaksi. Ini jelas dipertanyakan kapasitas keprofesionalannya,” beber mantan Aktivis PMII itu.

Selain itu, Gregorius R. Daeng juga meminta agar Dewan Pers menghukum keempat media online tersebut mengakui salah dan meminta maaf kepada Pengadu di depan publik yang ditayangkan di sepuluh media nasional, yaitu Kompas.com, Detik.com, Tempo.co, Sindonews.com, Okezone.com, Kumparan.com, CNN Indonesia, BBC Indonesia, Merdeka.com, dan Tribunnews.com.

Dalam aduan tersebut, Gregorius R. Daeng yang didampingi beberapa advokat dari Tim GALAK, yaitu M Khoiri, Muhammad Mualimin, dan Ermelina Singereta, diterima dengan baik oleh Bagian Pengaduan di Dewan Pers.

Sebagai informasi, anak berinisial AGFD mengalami dua kali penculikan dan penganiayaan pada tanggal 25 April dan 29 Agustus 2022 di Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Enam bulan sejak dilaporkan ke Polres Nagekeo, hingga kini penculiknya belum diketahui dan kinerja Penyidik dipertanyakan.

Komentar