oleh

Respon Kasus Penculikan dan Penganiayaan di Nagekeo, Tim GALAK Mengadu ke KOMNAS HAM dan KOMNAS Perempuan

JAKARTA, MEDIATIMOR.com– Tim Gerakan Advokasi Anti Penculikan Anak (GALAK) yang beranggotakan sepuluh Advokat, mendampingi Greg R. Daeng, S.H, seorang Advokat dan aktivis HAM Nasional yang mengalami ancaman kekerasan, teror, dan adik kandungnya diculik sebanyak dua kali di Kabupaten Nagekeo, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), resmi mengadu ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (KOMNAS HAM), Jumat (30/9/2022).

Menurut Muhammad Mualimin selaku juru bicara Tim GALAK (Kuasa Hukum) yang mendampingi Pelapor, kliennya merasa hak asasinya dilanggar karena tidak dapat menjalankan profesinya sebagai Advokat secara bebas, merdeka, dan tanpa tekanan di wilayah hukum Kabupaten Nagekeo.

“Teror dan ancaman kekerasan pada Advokat tidak dapat dibenarkan. Ini bagaimana kinerja Kapolres Nagekeo, kok di wilayahnya tidak aman bagi Advokat? Bagaimana rakyat dapat cerdas hukum kalau Pengacara mendapat teror dan ancaman?” kata Mualimin dalam keterangan tertulis, Jumat (30/9/22).

Di KOMNAS HAM, jelas Mualimin, kliennya ditemui langsung oleh Komisioner Sandrayati Moniaga sekalian menyerahkan kronologi kejadian, bukti Laporan Polisi di Polres Nagekeo, dan berkas-berkas terkait dua kali peristiwa penculikan adik perempuannya.

Usai dari KOMNAS HAM, terang Mualimin, kliennya juga mengadu ke KOMNAS Perempuan, karena adik perempuanya yang diculik dua kali masih di bawah umur.

“Adik kandung klien kami ini dua kali mengalami penculikan. Selain itu, ada juga ancaman dan peristiwa penganiayaan. Sekarang korban tidak mau sekolah karena trauma. Apa yang dilakukan Kapolres Nagekeo kok penculik tidak tertangkap dan dibiarkan berkeliaran?” sorot Mualimin.

Jaminan Perlindungan dan Potret Penegakan Hukum

Dalam keterangannya usai didampingi Tim GALAK mengadu ke KOMNAS HAM dan KOMNAS Perempuan, Greg R. Daeng, mengatakan bahwa apa yang ditempuhnya bersama Tim GALAK sebagai upaya untuk mendapatkan perlindungan dan jaminan dari KOMNAS HAM dan KOMNAS Perempuan atas peristiwa yang dialaminya, adik perempuannya serta keluarganya.

“Kami datang ke Lembaga Negara yang diharapkan dapat menjamin hak setiap warga negara dari segala bentuk teror, ancaman, intimidasi, kriminal bahkan tindakan kejahatan secara nyata,” kata Greg.

Greg bersama Tim GALAK berharap agar KOMNAS HAM dan KOMNAS Perempuan dapat segera menindaklanjuti peristiwa yang dilaporkan, serta dapat berkoordinasi dengan Intitusi Penegak Hukum guna memastikan bahwa setiap warga negara sama di mata hukum.

“Negara harus hadir menjamin hak-hak asasi dan hak-hak hukum setiap warga negara tanpa kecuali. Hukum harus benar-benar ditegakan agar kejahatan tidak merajalela. Jika pelaku kejahatan dibiarkan tak tersentuh hukum, maka keadilan hanya wacana bagi masyarakat kecil,” sentil Greg yang juga aktivis kemanusiaan ini.

Greg berharap agar wibawa penegakan hukum tidak disentuh dengan kepentingan kekuasaan dan korporasi yang justru mengorbankan hak-hak rakyat melalui modus teror, intimidasi dan kekerasan.

“Atas nama hak asasi, keadilan dan penegakan hukum, negara perlu menjamin, melindungi dan memberi rasa aman bagi setiap warga negara,” tandas Greg.

Komentar