oleh

Desa Detusoko Barat jadi The Most Seller di Ajang Sales Mission Pasar Wisata Nusantara

BOGOR, MediaTimor.com– Desa Detusoko Barat, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi The Most Seller untuk ajang bisnis Presentasi Desa Wisata dalam acara Sales Mission Desa Wisata misi penjualan dan Pemasaran Desa wisata Indonesia yang berkelanjutan.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tersebut diikuti oleh para saler daan buyer Desa Wisata se-Indonesia dan berlangsung selama tiga hari sejak 2-4 Juni 2022 di Hotel Aston Bogor.

Kepala Desa Detusoko Barat, Nando Watu, menjadi satu-satunya utusan dari Nusa Tenggar Timur (NTT) dalam kegiatan tersebut.

Dalam rilis kepada media ini, Sabtu (4/5/2022), Nando Watu mengaku senang dan bangga karena dari ribuan Desa Wisata di Indonesia, desanya dipilih oleh Kementrian Pariwisata untuk terlibat dalam acara Sales Mission ini.

“Saya senang dan bangga karena bisa menjual Desa Wisata yang unik dan menarik dari Detusoko dan bisa mempresentasikan aneka atraksi dan produk wisata Desa kepada para pembeli (buyer) secara langsung. Ini sungguh moment langka dan istimewa,” ungkap Nando bangga.

Nando mengaku, selain dinilai oleh para dewan juri dan buyer dengan aneka kriteria, mulai dari kesiapan, konten, tool yang digunakan, dan juga public speaking; namun juga mendapat aneka masukan dan saran dari para buyer agar produk wisata kita sejalan dengan keinginan dan kebutuhan pasar.

Dalam presentasinya, Nando menguraikan bahwa dalam misi penjualan desa wisata, Detusoko Barat sebagai Desa Wisata, tidak bisa berdiri sendiri namun harus terintegrasi dan terkoneksi dengan sesama desa wisata dan juga dengan destinasi wisata utama ketika ke Flores yakni Taman Nasional Komodo dan Taman Nasional Kelimutu.

“Dalam acara sales mission ini, tidak hanya Detusoko objek wisata Danau Kelimutu yang kami tampilkan, tetapi juga desa-desa wisata di Ende seperti Desa Wolotopo, Desa Wologai, Desa Pemo, Desa Waturaka, Moni, Woloara dan Nggela, juga wisata Historis-Ideologis napak tilas Bung Karno ketika di Ende (City Tour). Hal ini penting untuk menjadikan satu paket atraksi wisata 4 hari 3 malam, 3 Hari 2 malam, sehingga para wisatawan bisa mendapatkan pengalaman wisata di Ende secara utuh dan mendalam,” terang Nando

Nando menegaskan, sebagai desa wisata tentu membutuhkan konektivitas atraksi wisata ketika ke Flores.

“Saya merasa, moment sales mission ini sangat mahal dan bermanfaat untuk kami desa wisata, karena kami bertemu dengan sesama pengelola desa wisata, berjumpa langsung dengan para pembeli paket wisata dari berbagai kalangan, ada yang profesional, tour operator, koorporasi , event organizer, wedding organizer photografer, dan juga para konsultan. Melalui selles mssion ini kita akhirnya tahu, apa maunya pasar, apa saja yang mereka butuhkan dan apa yang perlu disiapkan di lapangan agar paket wisata kita sejalan dengan permintaan Pasar Wisata Nusantara,” imbuhnya.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Direktur Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Ibu Martini M. Paham, dalam sambutanya mengutarakan bahwa kegiatan seles mision ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan.

“Melalui kegiatan ini, kementrian Pariwisata mencoba mempertemukan aneka stakeholder untuk mendukung penjualan desa wisata dengan mempertemukan secara langsung para seller dari desa wisata dengan para buyer yang adalah PCO/wedding organizer, event organizer, organisasi, korporasi,” terang Ibu yang akrab disapa Ibu Dyah ini

Adapun bentuk kegiatan berupa persiapan produk yang siap jual, workshop, bisnis forum, visitasi desa wisata, data koleksi dan monitoring tools.

Dalam ajang sales mission ini, terdapat 6 Desa Terpilih; yakni Desa wisata Detusoko Barat, (Ende, Flores, NTT); Desa Wisata Karang Anyar (DI jogja); Desa Wisata Terong (Belitung); Desa Wisata Mulyaharja (Bogor); Desa Wisata Batulayang Cisarua (Bogor); dan Desa Wisata Sanankerto (Malang).

Diketahui, kegiatan sales mision ini diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai kelanjutan dari 50 Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021, dan dalam acara ajang ini Nando membawakan materi bisnis presentasi “Ecowisata Terpadu Detusoko ” The Authentic Agri-Adventure”

Komentar