oleh

Dukung Presiden Ramos Horta Prakarsai Rekonsiliasi, PADMA Indonesia: Wujud Nyata Nobel Perdamaian untuk ASEAN dan Dunia

JAKARTA, MediaTimor.com– Dilantiknya Presiden Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), Jose Ramos Horta, yang tercatat sebagai Peraih Nobel Perdamaian bersama Uskup Mgr. Felipe Ximenes Belo, SDB, membawa perubahan baru bagi Futuro de Timor.

Demikian pernyataan optimis itu diutarakan Ketua Dewan Pembina Pelayanana Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (PADMA) Indonesia, Gabriel Goa, dalam keterangan resmi, Senin (22/5/2022).

Menurut Gabriel, tekad dan komitmen Presiden untuk memberdayakan ekonomi.
rakyat Timor Lorosae keluar dari Kemiskinan Ekstrem dan menjadi Anggota ASEAN, akan terwujud jika pertama-tama Presiden Ramos Horta merealisasikan Pesan Santo Yohanes Paulus II, Paus Fransiskus dan Mantan Presiden Nelson Mandela, yang juga Peraih Nobel Perdamaian bersama Uskup Desmond Tutu dari Afrika Selatan, melalui Mantan Duta Besar Keliling dan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Yunani dan Siprus serta Portugal, F.X Lopez da Cruz.

“Ada pesan Perdamaian di balik penghargaan Nobel Perdamaian, yakni sesama orang Timor; baik di RDTL maupun di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), harus REKONSILIASI sebagai momentum silaturahmi, saling memaafkan, saling mengampuni, saling mengasihi dan menjalin relasi persaudaraan sejati,” kata Gabriel.

Gabriel yang juga Direktur Institute for Research, Consultation and Information of International Investment (IRCI) itu beralasan, jika Presiden Ramos Horta bisa memprakarsai REKONSILIASI, maka Timor Leste akan menjadi Negara seperti Afrika Selatan; di mana Presiden Nelson Mandela saat itu menunjukkan kepada dunia Pesan Perdamaian hakiki dengan memaafkan, mengampuni dan mengasihi musuh-musuhnya serta bersama-sama membangun dan memajukan Negara Afrika Selatan.

Gabriel mengatakan, terpanggil untuk mendukung terwujudnya REKONSILIASI RDTL-NKRI, maka PADMA Indonesia dan IRCI menyampaikan Proficiat atas terpilih dan dilantiknya Peraih Nobel Perdamaian, Jose Ramos Horta menjadi Presiden Timor Leste.

“Kami mendukung total Presiden Jose Ramos Horta sebagai Peraih Nobel Perdamaian untuk memprakarsai REKONSILIASI sesama ORANG TIMOR LOROSAE; baik di Timor Leste maupun di Indonesia yang dipimpin oleh Bapak F.X Lopez da Cruz, agar bersama-sama mewujudkan Futuro de Timor yang Damai, Adil dan Sejahtera sekaligus bersama Rakyat Negara Kesatuan Republik Indonesia mendukung total Timor Leste menjadi Anggota ASEAN,” komit Gabriel.

Selain itu, lanjut Gabriel, pihaknya mendukung Presiden Ramos Horta bekerjasama dengan Pemerintah NKRI, khususnya Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Maluku, dalam membangun dan memajukan Kawasan Ekonomi Strategis Baru.

“NTT dan Maluku termasuk Kawasan Ekonomi Strategis Baru guna memajukan perekonomian masyarakat, yakni di Wilayah Selatan berhadapan dengan Australia, New Zealand dan Pasifik Barat yakni Blok Migas Timor Gap, Blok Migas Masela dan Blok Migas Maluku Barat Daya serta sumber daya mineral laut lainnya. Melalui Rekonsiliasi Bilateral dan kerjasama wilayah, niscaya Negara Timor Leste akan menjadi kekuatan Baru Ekonomi,” simpul Gabriel.

Komentar