oleh

Lidya Sartono: Perempuan adalah Garda Terdepan Membangun Peradaban Bangsa

JAKARTA, MediaTimor.com– “Perempuan adalah salah satu pilar penting membangun peradaban bangsa yang memiliki peran strategis dalam berbagai sektor penting kehidupan bangsa di tengah tuntutan arus zaman; baik pendidikan, ekonomi, sosial, maupun politik.”

Demikian hal itu diutarakan Lidya Natalia Sartono, S.Pd., M. Pd, saat menjadi salah satu Narasumber dalam Kegiatan HALAL BIHALAL 1443 H yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Pergerakan Wanita Nasional Indonesia (DPP PERWANAS), Kamis (19/5/2022).

Kegiatan yang diselenggarakan bersamaan dengan Hardiknas dan Harkitnas tahun 2022 itu mengusung Tema: “Mengenal Lebih Dekat Para Pahlawan Nasional dan Menghargai Sejarah” dengan Narasumber berkompeten yakni Prof. Emil Salim, MA. Ph.D; Dra. Helida Nuriah Hatta, MA; HM. Bambang Sulistomo, S.IP., M. Si dan Lidya Natalia Sartono, S. Pd., M.Pd.

Dalam presentasenya, Lidya mengangkat peran perempuan dalam mempersiapkan Generasi EMAS 2045.

“Perempuan memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi EMAS (Energik, Multitalenta, Aktif, dan Spiritual), sehingga Generasi Emas Indonesia 2045 adalah sebuah produk generasi baru yang cerdas, siap berkompetisi di era globalisasi,” kata Lidya.

Lidya meenyinggung, Revolusi Industri hari ini yaitu 4.0 dan sedang menuju Revolusi Industri 5.0 dengan konteks Indonesia Emas tahun 2045 ibarat dua kutub yang tidak bisa dipisahkan.

“Karena itu, terwujudnya Indonesia Emas tahun 2045, tergantung bagaimana kesiapan generasi Y dan Z yang merupakan Generasi Emas Indonesia dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0,” katanya.

Visi Indonesia 2045

Lidya merunut, untuk mempercepat perwujudan Visi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggagas “Impian Indonesia 2015-2085” yaitu: Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang kecerdasannya mengungguli bangsa-bangsa lain di dunia; Masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi pluralisme, berbudaya, religius dan menjunjung tinggi nilai-nilai etika; Indonesia menjadi pusat pendidikan, teknologi, dan peradaban dunia; Masyarakat dan Aparatur Pemerintah yang bebas dari perilaku korupsi; Terbangunnya infrastruktur yang merata di seluruh Indonesia; Indonesia menjadi negara yang mandiri dan negara yang paling berpengaruh di Asia-Pasifik; serta Indonesia menjadi barometer pertumbuhan ekonomi dunia.

Dalam mewujudkan impian tersebut, disusun Visi Indonesia Tahun 2045 dengan empat pilar penting, yakni: Pembangunan Manusia serta Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi; Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan; Pemerataan Pembangunan; serta Pemantapan Ketahanan Nasional dan Tata Kelola Pemerintahan.

Adapun Keempat pilar tersebut dibangun di atas Pancasila dan UUD 1945 sebagai dasar berbangsa bernegara dan konstitusi, dengan tujuan untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

“Pilar penting pembangunan Indonesia 2045 yakni pembangunan manusia dan penguasaan Iptek, pembangunan daan pemerataam Ekonomi yang berkelanjutan, ketahanan nasional dan tata kelola pemerintahan,” imbuhnya.

Tantangan Menuju Indonesia Emas

Menyinggung tantangan menuju Indonesia EMAS, Lidya mengatakan bahwa saat ini Indonesia masih didera berbagai masalah yang belum terselesaikan yakni; korupsi yang makin merajalela, kemiskinan, kualitas pendidikan, dan permasalahan sosial seperti konflik horizontal antar masyarakat, peredaran narkoba, terorisme, radikalisme, intoleransi, dan berbagai bentuk kriminal lainnya.

“Berbagai realita sosial yang kini menjadi konsumsi publik menunjukkan adanya krisis karakter yang mengakibatkan degradasi moral di kalangan generasi masa depan bangsa,” nilai salah satu tokoh Perempuan Kalimantan Barat (Kalbar) itu.

Perempuan dan Masa Depan Bangsa Menuju 2045

Lidya menegaskan, selain sebagai pilar penting keluarga, perempuan juga adalah cerminan masa depan bangsa.

“Perempuan memiliki peran strategis dalam membangun peradaban bangsa, selain memiliki peran dan tanggung jawab yang sangat penting dalam pembinaan anak dan dalam menciptakan suasana tenang dan bahagia dalam keluarga,” kata Sekjend DPN Vox Point Indonesia itu.

Terlebih lagi, lanjut Lidya, perempuan justru multilatenta; dengan beragam peran sebagai Ibu, Isteri, Pekerja, Akademisi, Ekonom maupun Politisi.

Mantan Ketua Pengurus Pusat PMKRI itu menekankan bahwa pendidikan dalam perspektif masa depan perempuan, yaitu mewujudkan pendidikan Indonesia yang emansipatif, berkualitas, maju, mandiri, dan modern, serta meningkatkan harkat dan martabat perempuan sebagai ujung tombak keberhasilan bangsa menuju generasi emas.

Menurut Lidya, perempuan perlu dilibatkan dalam dunia pendidikan, baik formal maupun non formal sebagai pelaku maupun sebagai peserta didik sehingga dapat membentuk karakter dan menentukan kualitas moral dari setiap generasi.

“Karakter merupakan bagian integral yang harus dibangun, agar generasi muda sebagai harapan dan penerus yang akan menentukan masa depan bangsa, memiliki sikap dan pola pikir yang berlandaskan moral yang kokoh dalam membangun bangsa. Saatnya perempuan menjadi garda terdepan membangun peradaban bangsa,” simpul Aktivis dan Tokoh Perempuan Kalbar itu.

Komentar