oleh

KOMPAK Indonesia Desak Polda NTT dan Kejati NTT Tuntaskan Kasus Dugaan Tipikor Pembangunan RS Pratama Boking (TTS) dan Kasus Bawang Merah (Malaka)

JAKARTA, MediaTimor.com– Koalisi Masyarakat untuk Pemberantasan Korupsi (KOMPAK) Indonesia, kembali menyoroti sejumlah kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di lingkup Polda NTT maupun Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT yang hingga kini tak kunjung dituntaskan hingga putusan hukum.

Ketua KOMPAK Indonesia, Gabriel Goa, dalam keterangan resmi, Sabtu (14/5/2022) menyebut Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) yang menjadi sorotan Nasional karena merupakan daerah kantong migrasi ilegal rentan Human Trafficking, daerah kantong stunting dan daerah marak kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

“Salah satu kasus dugaan korupsi yang disorot publik yakni pembangunan Rumah Sakit Pratama Boking, proyek pada Dinas Kesehatan Kabupaten TTS Tahun Anggaran 2017 senilai Rp. 17,4 Miliar yang dikerjakan oleh PT. Tangga Batu Jaya Abadi,” sebutnya.

Diterangkan, kasus korupsi ini menjadi misterius hingga saat ini, karena pada awalnya kasus tersebut ditangani oleh Polres TTS pada tahun 2019 dan kemudian ditarik oleh Unit Korupsi Polda NTT hingga tahun 2022 ini, justru belum menemukan titik terang penuntasannya.

“Kesan publik, ada proses pembiaran sehingga penyelesaiannya berlarut-larut bahkan diduga kuat di-peties-kan oleh Polda NTT,” sentil Gabriel.

Bahkan, lanjutnya, diduga kuat adanya campur tangan perusahan raksasa yang terlibat dalam skandal kasus Tipikor Boking yaitu PT. Indah Karya (Persero).

“Keseriusan dan keterbukaan Direktur Kriminal Khusus Polda NTT dipertanyakan publik dalam menuntaskan kasus-kasus Tipikor di lingkup Polda NTT. Wajah penegakan hukum di NTT sangat disayangkan,” sorot Gabriel.

Gabriel merunut, berdasarkan penelusuran media bahwa dalam proses penyidikan telah ditemukan adanya indikasi kuat PT. Indah Karya (Persero) terlibat dalam proyek bermasalah Rumah Sakit Pratama Boking tersebut.

Selain itu, keterangan media diperkuat lagi dengan Bukti Laporan Hasil Audit Investigatif atas Pembangunan Rumah Sakit Pratama Boking, Kabupaten TTS Tahun Anggaran 2017 oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi NTT.

“Kasus dugaan Korupsi yang juga tidak ada titik penyelesaian hingga kini, baik di lingkup Polda maupun Kejati NTT yakni Kasus Tipikor pengadaan benih Bawang Merah di Kabupaten Malaka. Penegakan hukum masih dengan pola ‘tumpul ke atas, tajam ke bawah’ sehingga sangat miris,” kritik Gabriel.

Gabriel berkomitmen, terpanggil untuk menyelamatkan uang Negara dari kejahatan korupsi berjamaah di NTT, maka KOMPAK Indonesia mendesak Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, untuk segera mencopot Dirkrimsus Polda NTT karena tidak mampu menangani kasus Korupsi Rumah Sakit Boking, kasus Bawang Merah Malaka dan kasus-kasus korupsi lainnya yang di-peties-kan di Polda NTT.

“Atas dasar keprihatinan publik, kami mendesak Kapolda NTT yang juga mantan Deputi Penindakan KPK RI, untuk menunjukkan kepada publik NTT integritas dan keseriusannya dalam penegakan Tindak Pidana Korupsi yang perkara-perkara Tipikornya di lingkup Direktorat Kriminal Khusus Polda NTT tidak dapat dituntaskan,” desak Gabriel.

Gabriel menegaskan, jika dalam waktu 30 hari ke depan tidak adanya kepastian hukum terkait Kasus Korupsi Rumah Sakit Boking dan Bawang Merah Malaka, maka pihaknya dengan tegas mendesak Kapolri untuk mencopot Kapolda NTT.

Selain itu, KOMPAK Indonesia juga mendesak KPK RI untuk serius melakukan supervisi bahkan mengambil alih penanganan kasus Tipikor Rumah Sakit Pratama Boking-TTS dan Bawang Merah- Malaka.

“Jika tidak ada keseriusan dan komitmen pemberantasan korupsi dari Lembaga KPK RI di bumi NTT, maka kami akan meminta Dewan Pengawas KPK RI untuk mengawasi khusus Pimpinan KPK RI,” komit Gabriel.

Komentar