oleh

Fian Moa Mesi: Perlu Internalisasi Nilai-Nilai Pancasila di Lembaga Pendidikan

ENDE, MediaTimor.com– Di tengah ancaman degradasi pengamalan nilai-nilai Pancasila dan ancaman disintegrasi Bangsa, penguatan nilai-nilai kebangsaan terus menjadi atensi serius berbagai lembaga.

Salah satu bentuk penguatan nilai-nilai kebangsaan yakni kegiatan sosialisasi Empat Pilar Bangsa (Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika) kepada segenap pihak termasuk lembaga pendidikan.

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 5 Ende, Kecamatan Maukaro, Kabupaten Ende menjadi salah satu lembaga pendidikan tingkat Menengah Atas yang mendapat pembekalan Materi Empat Pilar Bangsa dalam kegiatan Seminar Pancasila yang diselenggarakan pada awal Mei lalu.

Dalam pernyataan Pembuka, Wakil Bupati Ende, Erikos Emanuel Rede, menegaskan bahwa Seminar Pancasila merupakan salah satu sisi edukasi bagi segenap peserta didik dan para pengajar agar terus menjaga dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam proses pengajaran maupun dalam pola hidup sehari-hari.

“Nilai-nilai luhur Pancasila harus menjadi cerminan hidup kita sehari-hari. Proses pengajaran dan pembelajaran yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila harus mampu membentuk karakter dan moral kita. Mari terus merawat dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan kita sehari-hari,” kata Wakil Bupati Erik Rede.

Selanjutnya, kegiatan bersifat edukatif tersebut dipandu oleh Politisi PDI Perjuangan Dapil II, Vinsen Sangu selaku moderator.

Dalam presentase materinya, Oktafianus Moa Mesi, menegaskan bahwa Empat Pilar Bangsa merupakan pegangan dan pedoman hidup bangsa yang tidak dapat digantikan oleh ideologi apa pun dan oleh kepentingan apa pun.

“Empat Pilar Bangsa sudah Final. Pancasila dengan segala nilai luhur yang terkandung di dalamnya, sudah menjadi pedoman hidup bangsa. Kita bersyukur lahir di NTT sebagai salah satu tonggak penting lahirnya nilai-nilai luhur Pancasila,” kata Fian Moa Mesi.

Anggota DPRD Ende tiga Periode itu tidak dapat memungkiri bahwa secara global maupun nasional di tengah arus informasi dan teknologi yang kian pesat, ada ancaman disintegrasi bangsa oleh munculnya paham-paham dan ideologi “kiri” yang mengganggu nilai-nilai kebangsaan.

“Tidak dapat kita pungkiri, ada ancaman intoleransi, radikalisme, terorisme hingga disintegrasi. Bahkan, lembaga pendidikan menjadi salah satu potensi sasaran ancaman-ancaman itu sehingga kita perlu waspada,” kata Fian.

Politisi Partai NasDem itu mengharapkan agar internalisasi nilai-nilai Pancasila perlu diperkuat di lembaga pendidikan mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Perguruan Tinggi (PT).

“Kita perlu masuk dengan Kurikulum berbasis Pancasila dan memperbarui materi pengajaran Pancasila, di samping Kurikulum Merdeka yang kini menjadi acuan nasional,” singgungnya.

Pada akhir presentasenya, Wakil Ketua I DPRD Ende itu mengajak segenap satuan pendidikan, terutama para siswa untuk merasa memiliki karakter kebangsaan yang mengandung nilai pancasila.

“Sebab, jika kita tidak mempunyai karakter berlandas Pancasila, maka generasi muda kita sangat sulit untuk diandalkan. Karakter kita sangat jelas yakni melalui kearifan-kearifan lokal. Hal yang paling penting yakni bahwa Pancasila itu lahir di NTT, sehingga orang NTT harus menjadi palang pintu terdepan untuk menjaga ideologi Pancasila,” ajak Fian memotivasi.

Dalam sesi diskusi interaktif, para peserta Sosialisasi mempertanyakan bagaimana upaya-upaya konkrit guna mencegah pontensi ancaman tersebut.

Sementara itu, peserta lain mempertanyakan bagaimana upaya membendung arus informasi dan teknologi yang juga berpotensi menyebarkan konten-konten hoax, provokatif maupun ekstrimis.

Menjawabi pertanyaan itu, Fian Moa Mesi mengatakan bahwa secara akademik, metode pembelajaran bermuatan Pancasila harus menjadi pedoman dan prinsip hidup tidak hanya sebatas materi untuk dipelajari.

“Pendidikan adalah salah satu tulang punggung mencerdaskan generasi bangsa. Oleh karena itu, setiap jenjang pendidikan harus tampil sebagai pelopor kemajuan, bijak dalam menyaring setiap arus informasi serta tidak terbius dengan segala isu yang hanya ingin memecah-belah bangsa. Mari bersama-sama merawat dan mengamalkan Empat Pilar Bangsa,” tutup Fian.

Komentar