oleh

Masyarakat RT 012 Wolomarang Isisiasi Kerjakan Rabat dengan Anggaran Swadaya

MAUMERE, MediaTimor.com– Masyarakat RT 012/RW 002, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Flores, NTT, secara gotong-royong mengerjakan jalan rabat dengan sumber Anggaran hasil Swadaya masyarakat setempat.

Inisiator Kelompok Kerja Masyarakat (KKM) RT 012 Wolomarang, Yanuarius Fery, kepada media ini, Rabu (4/5/2022) menerangkan bahwa inisiatif pengerjaan rabat secara swadaya ini merupakan hasil pertemuan dan kesepakatan dalam forum dengan masyarakat yang mengakses jalan tersebut, karena kondisi jalan yang sangat memprihatinkan dan sering terjadi kecelakaan setiap musim hujan.

“Awalnya, kami adakan pertemuan bersama lalu mendata jumlah Kepala Keluarga (KK) yang mengakses jalan tersebut. Lalu ada kesepakatan soal kontribusi senilai Rp 200.000 per KK (kurang lebih 96 KK yang terdata),” ujar Rius Fery.

Rius mengatakan, ruas jalan yang akan dikerjakan sepanjang 739,5 meter persegi, dan dana hasil swadaya masyarakat akan memprioritaskan titik yang sangat memprihatinkan yakni sekitar 150 meter persegi.

“Selain dana hasil swadaya masyarakat, kami juga akan melakukan penggalangan dana melalui Proposal dan juga membutuhkan donasi dari siapa saja yang peduli. Saat ini, total dana hasil swadaya masyarakat senilai Rp 19.200.000 sehingga masih jauh dari harapan,” ungkap Rius.

“Karena kondisi jalan semakin parah dan memprihatinkan, maka saya bersama beberapa teman yang tergabung dalam KKM
berinisiatif menggerakkan masyarakat untuk bergotong-royong mengerjakan jalan,” lanjutnya.

Rius mengaku, selama proses pengerjaan jalan rabat tersebut, ada beberapa pihak yang turut membantu, seperti bantuan 50 sak semen, 3 reit pasir, mesin molen, 3 reit (pick up) kerikil, air, juga amokodasi makan-minum selama proses pengerjaan.

Mewakili segenap Masyarakat RT 012/RW 002 Wolomarang, Rius berharap agar dengan semangat gotong-royong dan swadaya masyarakat, dapat membuka perhatian pemerintah daerah setempat untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yakni infrastruktur jalan.

“Semoga dengan modal semanagat gotong-royong masyarakat ini, dapat menggerakkan perhatian Pemda setempat melalui stakeholders terkait agar masyarakat tidak lagi dipersulit dengan kondisi infrastruktur yang hingga saat ini masih sangat memprihatinkan. Jangan sampai setelah ada korban baru pemerintah buka mata,” harap Rius.

Komentar