oleh

Nilai APH Lambat Tangani Kasus Kekerasan terhadap Wartawan di Kupang, PADMA Indonesia Minta Atensi Serius Kapolri, KPK dan Lembaga DPR

KUPANG, MediaTimor.com– Lembaga Hukum dan HAM, Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (PADMA) Indonesia, kembali menyoroti lambatnya Aparat Penegak Hukum (APH) dalam menindaklanjuti tindakan kekerasan terhadap wartawan sekaligus Pemimpin Redaksi media SuaraFlobamora.com, Fabi Latuan (FL), yang dikenal gencar mempublikasikan kasus-kasus Korupsi di Nusa Tenggara Timur (NTT) berdasarkan temuan BPK RI Perwakilan NTT.

Ketua Dewan Pembina PADMA Indonesia, Gabriel Goa, menyayangkan langkah APH yang terkesan membiarkan kejahatan terhadap pekerja Pers di bumi NTT.

“Kasus ini harus diawasi serius oleh DPRD NTT dan wajib menjadi agenda serius KPK RI dan Komisi III DPR RI agar memberi perlindungan hukum terhadap segenap insan Pers dan Penggiat Anti Korupsi yang berani membongkar kasus-kasus korupsi berjamaah di NTT,” desak Gabriel dalam keterangan resmi, Senin (2/5/2022).

Gaabriel beralasan, wajib hukumnya korban kekerasan dan kejahatan sistematis, dilindungi oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), termasuk Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang selalu dikorbankan dan dijadikan ‘kambing hitam’ oleh para pemegang kuasa dan kaum bermodal.

“Wajib hukumnya, para korban dilindungi oleh LPSK bekerjasama dengan KPK RI sehingga mereka dapat menjadi whistle blower maupun Justice Collaborator pengungkapan kasus-kasus korupsi di NTT,” kata Gabriel.

Usut Tuntas Kasus Tipikor dan Pelaku Penganiayaan

Gabriel berkomitmen, terpanggil atas nama Nurani Kemanusiaan untuk mengawal proses hukum Dugaan Kuat Percobaan Pembunuhan terhadap Wartawan Senior sekaligus Penggiat Anti Korupsi Fabi Latuan, maka PADMA Indonesia berkolaborasi dengan Aliansi Masyarakat Madani Flobamora (AMMAN Flobamora) dan Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi (KOMPAK) Indonesia, mendukung total komitmen Pimpinan PT. Flobamor yakni Komisaris Utama, Samuel Haning dan Komisaris Hadi Djawas, yang mendesak Polisi agar segera menangkap dan memproses Hukum Pelaku dan Aktor Intelektual kekerasan terhadap wartawan senior FL.

“Kami mendesak agar Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, segera memerintahkan Kapolda NTT dan Kapolresta Kupang untuk segera menangkap dan memproses Hukum Pelaku dan aktor Intelektual Dugaan Pembunuhan Berencana Terhadap Wartawan Senior FL,” desak Gabriel.

Selain itu, lanjut Gabriel, pihaknya juga mendesak Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) segera ke Kupang guna melakukan perlindungan terhadap korban (FL) dan Penggiat Anti Korupsi yang terancam keselamatan mereka.

“Kami juga mendesak KPK RI untuk segera mengambil alih penanganan kasus-kasus Tindak Pidana Korupsi di NTT yang diduga kuat dipetieskan di lingkup Polda maupun Kejati NTT,” ujar Gabriel yang juga Ketua KOMPAK Indonesia.

Sebagai bentuk pengawasan publik, lanjut Gabriel, pihaknya mendesak Komisi III DPR RI agar serius mengawal kinerja Aparat Penegak Hukum di NTT.

“Atas nama solidaritas untuk keadilan, kami mengajak solidaritas Penggiat Anti Kekerasan, Penggiat Anti Korupsi, Lembaga Agama dan Pers di NTT agar terus berkolaborasi mengawal ketat pengungkapan Kasus Dugaan Pembunuhan Berencana Terhadap Wartawan FL hingga tuntas dan mendapat kepastian hukum,” tegas Gabriel.

Komentar