oleh

Lantik 50 Anggota Baru, Kapres Kriss: Jadilah Agen Perubahan untuk Bonum Commune

MAUMERE, MediaTimor.com– “Sebagai aktivis lokomotif, setiap kader PMKRI tidak lagi memikirkan diri sendiri, namun berjuang untuk kepentingan bersama (bonum commune).”

Demikian intisari Pidato Ketua Presidium Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Maumere Santo Thomas Morus, Krissologus Dami, pada momentum Pelantikan 50 Anggota Baru yang berlangsung di Aula Nawa Cita Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere, Sabtu (30/4/2022).

Adapun 50 Anggota Baru yang dilantik itu telah melalui proses Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB) dan Masa Bimbingan (Mabim) sebagai syarat Pendidikan Formil berjenjang.

Acara Pelantikan yang mengusung Tema “Aktivis Lokomotif Membangun Negeri” diawali dengam Perayaan Ekaristi dan dilanjutkan dengan Sidang Kehormatan.

Ketua Panitia MPAB/MABIM, Yanuarius Rowa, dalam Laporannya, mengatakan bahwa Pelantikan Anggota Baru merupakan bagian dari proses kaderisasi tingkat Cabang.

“Sebagai Organisasi Pembinaan, Perjuangan dan Pergerakan, PMKRI selalu memprioritas kaderisasi sebagai salah satu bentuk penguatan organisasi secara internal. Moment pelantikan ini sebagai bentuk kaderisasi,” ungkap Yanuarius.

Yanuarius menerangkan bahwa terdapat 83 peserta yang mengikuti proses MPAB. Namun sebagian peserta justru tidak mengikuti kegiatan Mabim sehingga sesuai format Penilaian Organizing Comittee (OC) dan pertimbangan Steering Comittee (SC), hanya 50 Anggota yang layak dilantik.

Selanjutnya, sesuai Tata Protokoler Pelantikan, acara dilanjutkan dengan Pembacaan Surat Keputusan (SK) DPC Nomor: 002/ DPC/04/2022, yang dibacakan oleh Presidium Pendidikan dan Kaderisasi (PPK), Oskar Sawa.

Sebelum dilantik, para calon anggota mengucapkan Sumpah Anggota dan dilanjutkan dengan Penyematan Baret oleh Ketua Presidium PMKRI Cabang Maumere, Krissologus Dami.

Lokomotif Pembangunan Sikka

Dalam Pidatonya, Ketua Presidium PMKRI Cabang Maumere, Krissologus Dami menegaskan bahwa secara Organisatoris, PMKRI adalah rumah pembinaan, perjuangan dan pergerakan yang turut berkontribusi bagi pembangunan.

“Tema pada moment Pelantikan hari ini merupakan spirit (visi, red) agar setiap anggota PMKRI Cabang Maumere memiliki tanggung jawan moril terhadap perubahan di setiap sektor. Menjadi lokomotif adalah komitmen untuk menjadi bagian penting dari konteks kemajuan dan perubahan di Sikka pada khususnya, maupun dalam ruang lingkup yang lebih besar yakni untuk Gereja dan Bangsa,” ujar Kriss.

Kriss membeberkan bahwa saat ini terdapat 2.191 anggota PMKRI Maumere setelah 28 Tahun usia PMKRI Cabang Maumere.

“Secara angka (kuantitas, red), PMKRI Maumere sudah seharusnya memberi kontribusi riil untuk kemajuan dan pembangunan di Sikka,” ungkap Kapres Kriss sembari menjabarkan beberapa tantangan (krisis) ekologis dan sosial mencakup tanah, air dan energi.

“Krisis Ekologis dan krisis sosial adalah fakta yang terjadi saat ini. Kita perlu bangun dialog lintas elemen (stakeholders) agar dengan kolaborasi, dapat berpartisipasi secara nyata untuk meminimalisir dampak ekologis dan dampak sosial,” kata Kapres Kriss.

Kapres Kriss menegaskan bahwa di tengah kondisi sosial dengan beragam tantangan dan polemik, kritik sosial oleh PMKRI tidak harus turun ke jalan, namun harus mampu menemukan solusi sebagai suatu gerakan nyata.

“Turun ke jalan (demonstrasi, red) merupakan pilihan krusial ketika kondisi sosial-masyarakat sudah berada pada titik kritis dan perlu gerakan nyata turun ke jalan. Selebihnya, sebagai wadah pergumulan intelektualitas, PMKRI harus mampu menemukan solusi kontributif. Sebagai aktivis lokomotif, setiap kader PMKRI tidak lagi memikirkan diri sendiri, namun berjuang untuk kepentingan bersama (bonum commune),” ajak Kapres Kriss memotivasi Anggota Baru yang dilantik.

Terus Berproses

Dalam pesan kesan mewakili Angkatan Garuda 23, Ketua Angkatan Rivaldi Posenti mengatakan bahwa proses pembinaan melalui MPAB/Mabim hingga Pelantikan merupakan proses belajar guna melatih mental, membentuk kepribadian dan mempererat persaudaraan (fraternitas).

“Terima kasih untuk segala bentuk pendampingan kepada kami hingga akhirnya kami resmi dilantik menjadi Anggota PMKRI Cabang Maumere. Kami berkomitmen untuk terus belajar dan berproses di PMKRI sesuai semangat Tiga Benang Merah,” ungkap Rivaldi.

Adapun Dari 50 Anggota Baru yang dilantik, salah satu di antaranya beragama Islam.

Saat diwawancarai media ini, La Andi menuturkan bahwa niat awalnya untuk belajar berorganisasi yakni ingin bergabung dengan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

“Awalnya, saya ingin bergabung dengan HMI. Namun, setelah bertemu dengan salah seorang Anggota Penyatu (Alumni PMKRI, red), saya lalu memutuskan untuk bergabung dengan PMKRI Cabang Maumere; mengikuti proses MPAB/Mabim hingga hari ini dilantik,” tutur La Andi.

La Andi yang juga Mahasiswa Semester IV Fakultas Hukum Unipa ini mengaku, PMKRI adalah organisasi nasional yang terbuka bagi semua tanpa memandang perbedaan latar belakang.

“Saya belajar bagaimana organisasi seperti PMKRI sangat inklusif, terbuka bagi semua, menjadi organisasi pembinaan, pembelajaran dan pergerakan. Saya bangga menjadi bagian PMKRI Cabang Maumere,” kesannya.

La Andi yang kini menjabat sebagai Sekretaris Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka ini berharap agar apa yang diperolehnya di PMKRI dapat bermanfaat bagi masyarakat.

“Semoga PMKRI terus dikenal dan setiap kader PMKRI turut berkontribusi bagi pembangunan SDM, kemajuan daerah Sikka bahkan menjadi pelopor pembangunan secara nasional,” harap La Andi.

Komentar