oleh

Diduga Ada Oknum TNI Yang Bentengi Masalah Rofic Harianto

MEDIATIMOR.COM [CILAKU] – Kimdevidts B Markus akhirnya mengalami kerugian milyaran rupiah lantaran Perilaku Rofic Harianto yang hilang tak kunjung tiba dengan sebuah kesepakatan kerjasama penggunaan alat berat untuk kegiatan Perusahaan PT. Rizki Alam Sentosa pimpinan Kimdevidt Markus di wilayah Cilaku Kabupaten Cianjur Jawa Barat.

Hasil penelusuran dan investigasi tim media ini di Polsek Cilaku, diketahui jika Rofic Harianto telah menghindari pemanggilan polsek Cilaku selama dua kali sehingga kasusnya kemudian berlarut hingga memasuki bulan kedua.

Pihak Polsek Cilaku sendiri, dalam keterangan yang disampaikan AKP Edi Dadang Hidayat pada minggu kemarin menjelaskan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya pemanggilan, namun terlapor tak kunjung hadir dalam panggilan itu. Akibat tidak ada niat baik dari terlapor, pihak Kim Markus mengalami kerugian yang besar, tidak saja soal uang, melainkan waktunya untuk bekerja.

“Personil kami sangat terbatas di Polsek ini dan kami juga bagi kerja dengan masalah lain yang harus juga ditangani. Tetapi kami pastikan minggu depan sudah ada upaya lanjut agar masalahnya cepat selesai. Kami pihak Polisi juga ingin agar segera selesai kasus ini”, ungkap AKP Edi saat dimintai keterangan minggu yang lalu.

Beberapa kejanggalan yang diperoleh media ini dalam investigasi tersebut, ditemukan ada pihak lain yang sengaja “memasang dada” untuk hadir dan membangun komunikasi dengan pihak Polisi dengan mengatasnakan Rofic Harianto. Kemudian, diketahui kalau ada satu okmun TNI dan satu okmun Polisi bernama Suripto dengan pangkat AKP di Polres Depok yang ikut dalam upaya penyelesaian kasus ini.

Atas keterlibatan dua okmun yang tidak ada sangkut pautnya dengan masalah ini, Kim Markus menilai ada yang tidak beres dalam kasus ini, dimana pihak luar ikut berperan agar kasusnya semakin berlarut-larut.

“Saya akhirnya mengatakan Polsek dan Polres Cianjur tidak professional itu dasarnya itu. Artinya, harusnya si Rofic itu yang hadir bukannya orang lain yang tidak ada kaitannya dalam kasus saya”, ungkap Kim Markus.

“Penyidik Polsek Cilaku tidak profesional dan memihak ke Terlapor Rofik Harianto, sudah 2 bulan lebih penyelidikanpun belum ada titik terang, bahkan terindikasi di intervensi oleh oknum polisi AKP Suripto anggota polres Depok juga oknum anggota TNI”, kesal Kim Markus dalam percakapannya Bersama media ini jumat (29/04).

Kim Markus juga menambahkan kerugian yang ia alami besar sekali dengan rentang waktu lama akibat perbuatan dugaan penipuan saudara Rofik Harianto tersebut. Mulai dari kesepakatan penggunaan alat berat itu ia sudah mengeluarkan dana untuk mobilisasi alat berat, kegiatan lapangan untuk makan minum dan tenaga kerja dan lainnya hal itu diluar biaya sewa alat yang disepakati.

Berdasarkan keterangan Kim Markus, aspek kerugian yang timbul akibat perilaku Rofic itu mestinya dipikirkan. Selain itu beban moril dirinya dengan para pekerja dan lingkungan dimana kegiatan tambang tersebut berlangsung.

“Kok Polsek Cilaku seperti mempermainkan pengaduan saya”, kesal Kim Markus menambahkan sembari dirinya menduga kuat Polsek dan polres Cilaku di intervensi oleh oknum TNI dan oknum AKP Suripto.

Pada sisi lainnya, setelah upaya yang ia lakukan di polsek dan polres, kemudian dia menilai Kapolres Cianjur terkesan tutup mata.

“Kapolres tutup mata karena saya sudah bersurat tanggal 30 Maret 2022 untuk penarikan masalah di polres ketika sya mensinyalir Polsek cilku tidak professional. Selain itu saya sudah coba bertemu Kapolres tetapi tidak diterima. Untuk itu saya menilai pihak Polsek dan Polsek di intervensi oleh AKP suripto dan oknum TNI, untuk itu saya meminta Polda dan mabes polri ikut mengasistensi pengaduan saya”, tegas Kim dalam pesan WhatsApnya.

Rofik Harianto, dalam kasus ini telah beberapa kali media ini mencoba untuk menghubungi untuk kepentingan klarifikasi dengan nomor telepon yang diberikan pihak kepolisian, dirinya tidak merespon sampai berita ini diturunkan. (tim)

Komentar