oleh

Polisi Segera Cari Pengusaha Bernama Rofik Harianto

CIANJUR, MEDIATIMOR.COM – Pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Cilaku dalam waktu dekat akan melakukan upaya mencari Rofik Harianto, salah satu penguasa yang sampai saat ini bermasalah hukum serius dengan Kimdevits Markus, selaku Direktur PT. Rizki Alam Sentosa. Upaya pencarian dan pemanggilan terhadap Rofik Harianto itu lantaran beberapa kali dirinya tidak mengindahkan pemanggilan untuk memberi keterangan terkait masalah tersebut.

“Kami beruyapa untuk segera memanggil Rofik Harianto agar hadir ke Polsek untuk diperiksa terkait kasusnya dengan pak Kim Markus”, ungkap AKP Edi Dadang Hidayat kepada media ini di kantor Polcek Cilaku pada senin 25 April 2022.

AKP Edi Dadang Hidayat saat itu menjelaskan, pihak kepolisian tidak bermaksud untuk membiarkan kasus ini menjadi berlarut-larut hanya saja, terlapor Rofik Harianto tidak mengindahkan pemanggilan tersebut yang berakibat kerugian waktu, tenaga dari pihak pelapor sampai saat ini.

Ia mengatakan, pihak kepolisian masih terus berupaya untuk kasus ini segera selesai sebab banyak kasus lain yang juga menumpuk di kantor Polsek Cilaku sementara timnya sangat terbatas sehinga dirinya memastikan pemanggilan terhadap terlapor Rofik Harianto dalam waktu dekat sudah dilakukan agar masalah ini cepat selesai. Termasuk mediasi kedua bela pihak.

“Kami pastikan dalam waktu dekat. Personil kami juga hanya beberapa orang sedangkan ada masalah lain juga yang kami harus kerjakan sehingga masalah ini belum selesai. Tapi kami pastikan segera itu dilakukan”, tambahnya.

Dalam diskusi Bersama awak media ini Ketika ditanya soal penggunaan alat berat yang digunakan menurutnya, ia telah membangun komunikasi dengan Rofik Harianto yang pada pointnya Rofik mengatakan alat berat tersebut rusak akibat dalam penggunaannya diperuntukan untuk material yang tidak cocok dengan kemampuan alat tersebut sehingga terjadi kerusakan. Hal itu pula menurutnya kedua bela pihak sama-sama telah mengetahui hal itu namun perselisihan ini belum juga selesai.

Sementara itu, Ketika ditanya soal kerugian yang dialami pihak pelapor akibat Tindakan Rofik Harianto, pihak kepolisian menjelaskan sampai saat ini belum ada bukti kesepakatan Kerjasama yang diperoleh antara Kim Markus dan Rofik Harianto meskipun pihak Kim Markus telah menyampaikan sejumlah alat bukti-bukti kerugian termasuk saksi dalam kasus ini.

Kimdevits Markus: Pihak Kepolisian Resort Cianjur Tidak Profesional dan Humanis

Terpisah, Kimdevits Markus Ketika ditemui mediatimor.com mengatakan, sebetulnya pihak kepolisian di tingkat polres maupun di Polsek dalam penanganan kasus ini dinilainya tidak professional dari segi pendekatan yang humanis terhadap korban atau masyarakat, termasuk prosedur yang harus sesuai di Polri dalam menangani sebuah kasus.

“Saya merasakan bagaimana perlakuan terhadap saya sebagai orang yang korban dalam kasus ini. Saya yang selalu membangun komunikasi untuk segera diselesaikan, bahkan saya yang paling aktif hadir dalam setiap pemanggilan itupun tidak terlaksana. Saya pergi ketemu Kapolres dan berusaha untuk membangun komunikasi, itupun saya merasa perlakuan terhadap saya sebagai orang yang korban sangat tidak humanis”, ungkap Kim Markus menyesal.

“Tanggal 8 Maret 2022 saya membuat laporan pengaduan tertulis ke Polsek Cilaku namun sebelum laporan tertulis di masukan, saya lebih dulu melakukan diskusi kronologis peristiwa bersama Kanit Polsek Cilaku Edi Dadang, dan di nyatakan memenuhi unsure pidana untuk menjdi laporan polisi. Sejak surat penganduan saya tertanggl 8 Maret, tidak ada progres bahkan saya berdiskusi langsung dengan Kanit dan pa Kapolsek di ruang kerja Kapolsek”, ungkapnya.

Dikisahkan, setelah diskusi itu, kemudian ada pemeriksaan 2 saksi yang mana saya sendri selaku pelapor yang menjempt dan mengantarkan ke Polsek Cilaku untuk memberikan keterangan (aturan nya sebenarnya pihak Polsek yang memanggil pihak saksi, selain itu Kanitpun sudah melakukan pengecekan lapangan di 2 lokasi tambang saya (TKP).

Karena kasusnya terkesan lambat maka saya melakukan kordinasi dengan KBO Reskrim polres tanggal 30 Maret 2022  dan meminta saya membuat surat ke kapores untuk penarikan masalah pengaduan ke polres Cianjur namun surat tersebut tidak sampai ke meja Kapolres.

Sedangkan tanggal 31 di lakukan gelar perkara dan ada beberapa point kekurang yang perlu di lengkapi yaitu data perusahaan/PT, namun perlu di ketahui bahwa pada tanggal 31 itu juga saya melengkapi data perusahaan sebagaimna yang di minta.

Pasca gelar perkara, pihka Polsek membuat undangan pertama kepada si terlapor saudara Rofik Harianto tertanggal 13 April 2022, tetapi Rofik tidak memenuhi undangan namun pada tanggal 15  mengutus 1 okunum TNI dan 1 oknum anggota polres Depok untuk meminta waktu agar terlapor hadir pada tanggal 18 april 2022. Informasi ini dari Kanit.

Ia juga menjelaskan pada tanggal 18 april 2022 ternyata Rofik Harianto tidak hadir sesuai janji 1 oknum TNI dan 1 oknum anggota polisi polres Depok yang menurut pengakuan Kanit bernama AKP Suripto.

Setelah itu, kemudian pada tanggal 18 april 2022 juga Rofik Harianto tdk hadir dan kemudian ada undangan kedua untuk menghadap penyidik pada tanggal 20 April itupun lagi-lagi tidak hadir.

“Perlu di ketahui bahwa saya sudah berkomunikasi dengan Kanit dan di hadapan saya pa Kanit menelpon urusan saudara Rofik yakni AKP Suripto untuk Rofik hadir pada hari kamis waktu itu namun lagi-lagi tidak hadir. Kemudian tanggal 22 saya berencana menghadap pa Kapolres Cianjur, saya sudah daftar di buku tamu dan sudah dijanjikan oleh supir Kapolres bahwa setelah sholat jumat saya bisa bertatap muka tetapi lagi-lagi tidak bisa bertemu dan akhirnya Kapolres baru menanyakan maksud kehadiran saya di pintu keluar polres saat Kapolres hendak pulang, itupun pembicaraan tidak berjalan baik.

Atas dasar kronologis masalah yang dialami pihak Kim Markus tersebut ia menilai Pihak Polsek terkesan memihak kepada saudara terlapor Rofik Harianto.

“Saya merasa penegakan hukum di wilayah hukum polres Cianjur terbilang lambat dan tidak mendukung semangat reformasi Polri tentang penangan perkara yang cepat, efisien dan profesional, juga tidak mendukung program presiden Jokowi untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan terhadap dunia usaha”. Tegasnya.

Terhadap kasus ini, ia meminta Kapolri dan Kapolda Jabar untuk mengevaluasi jajaran nya.

Rofik Harianto yang dikonfirmasi media ini pada 25 April kemarin di nomor handphone yang diberikan pihak kepolisian tidak merespon pihak media sampai berita ini diturunkan.

(fren)

Komentar