oleh

Belum Ada Kata Sepakat Dengan PT. Summarecon Soal Masalah Tanah

BOGOR – Problem antara Sebagian masyarakat Desa Nagrak Sukaraja Bogor yang hingga saat ini mereka masih berseteru dengan pihak PT Summarecon dan dan PT Kencana Properti Agung terkait hak tanah mereka masih terus berlanjut dikawal pihak Kuasa Hukum, Martinus Siki dan Presiden Majelis Dzikir RI-1, Habib Salim Jindan.

Hari ini, selasa 19 April 2022 pertemuan yang kedua kali dilakukan di Kantor  Dinas Penanaman Modal Kabupaten Bogor sekitar pukul 12 siang. Pertemuan inipun langsung dimediasi dan dipimpin kepala Kantor, Dace Supriyadi namun pertemuan itu belum juga mendapat titik terang atau masih menunggu kesepakatan lain dari kedua bela pihak.

Untuk diketahui public, total keseluruhan tanah yang dikawal Martinus Siki dan Pihak Majelis Dzikir RI-1 sekitar 136 hektar yang memiliki alas hak sertifikat hak milik atau SHM yang dikeluarkan Badan pertanahan Nasional atau kantor BPN. Sementara pihak SUmmarecon memegang sertifikat hak guna bangunan yang juga resmi namun pertemuan pada hari ini belum mendapat titik terang.

Sayangnya, pada pertemuan ini, pihak summarecon meminta kepada dinas untuk melarang media dalam kegiatan publikasi. Sedangkan, masalah ini sudah diketahui public bahkan telah beberapa kali dilakukan pertemuan Bersama pihak summarecon dihadiri awak media.

Pada pertemuan pertama, pihak summarecon menolak untuk diwawancarai awak media mereka hanya spontan menjawab akan dilihat saja perkembangannya seperti apa. Sedangkan pertemuan kedua ini justru mereka meminda pihak dinas untuk media tidak diijinkan dalam hal melakukan peliputan.

Kepala Kantor, Dace Supriyadi usai pertemuan itu kepada media mengatakan, belum kata sepakat antara kedua bela pihak. Sedangkan menurut Habib Salim Jindan selaku Presiden Majelis Dzikir RI-1 mengatakan semoga masalah ini bisa diselesaikan secara baik termasuk melakukan pendekatan kekeluargaan.

Dari Kabupaten Bogor, Jurnalis Fren Lutrun Melaporkan

Komentar