oleh

KOMPAK Indonesia Dukung Kepala Kejari TTU Berantas Mafia Proyek

JAKARTA, MediaTimor.com– Koalisi Masyarakat untuk Pemberantasan Korupsi (KOMPAK) Indonesia, mendukung komitmen dan tekad kuat Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Timor Tengah Utara (TTU), Roberth J. Lambila, SH.,MH dalam memproses hukum oknum kontraktor nakal yang sering melakukan praktek pinjam-meminjam “Bendera” perusahaan untuk memonopoli pemenangan proses tender Pengadaan Barang dan Jasa di Kabupaten TTU.

Ketua KOMPAK Indonesia, Gabriel Goa, menyerukan agar Penggiat Anti Korupsi dan Rakyat TTU harus mendukung komitmen institusi penegak hukum, khususnya di lingkup Kejari TTU.

“Atas nama pemberantasan korupsi, komitmen Kepala Kejari TTU perlu didukung, sehingga dapat memberi efek jera hukum bagi para mafia proyek dan kontraktor nakal yang cenderung kongkalikong dengan oknum pejabat,” tegas Gabriel dalam keterangan kepada media ini, Senin (11/4/2022).

Gabriel mengungkapkan, fakta membuktikan bahwa banyak proyek, baik yang bersumber dari APBN, APBD Provinsi maupun APBD Kabupaten/Kota, cenderung bahakn seringkali dimenangkan oleh para Kontraktor Titipan Pejabat Birokrasi; baik Pejabat Eksekutif, Legislatif, hingga Pejabat di lingkup Yudikatif (Penegak Hukum, red).

Menurut Gabriel, praktek kongkalikong dalam penguasaan proyek-proyek APBN, APBD Provinsi dan APBD Kabupaten/Kota mengakibatkan banyak perusahaan lokal yang berintegritas tidak mendapatkan proyek-proyek dimaksud.

“Salah satu modus mafia (monopoli proyek, red) yakni dengan bekerjasama ‘meminjam bendera’ asalkan bekerja secara profesional, mematuhi aturan pengadaan Barang dan Jasa serta tidak melakukan korupsi atas proyek-proyek yang sedang dikerjakan,” sorot Gabriel.

Atas alasan itu, kata Gabriel, KOMPAK Indonesia mendukung komitmen Kepala Kejaksaan Negeri TTU bekerjasama dengan Lembaga Penggiat Anti Korupsi dan Pers yang berintegritas untuk memberantas praktek-praktek kongkalikong memenangkan proyek-proyek APBN, APBD Provinsi dan APBD Kabupaten TTU titipan Pejabat Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif kepada para Kontraktor Nakal bukan kepada kontraktor-kontraktor Lokal yang berintegritas.

Selain itu, lanjut Gabriel, KOMPAK Indonesia mendukung Kajari TTU untuk segera menangkap dan memproses hukum Pelaku Tindak Pidana Korupsi Pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) di RSUD Kefamenanu.

“Kami juga mendesak Kajari TTU agar memproses hukum Pemberi Suap Hironimus Taolin (HT) dan Penerima Suap oknum Jaksa yang sedang viral, guna menjaga harkat dan martabat serta wibawa Aparat Penegak Hukum dan Perusahaan-Perusahaan yang berintegritas di TTU dan NTT,” desak Gabriel.

Komentar