oleh

Diduga Kongkalikong dengan Para Terperiksa Kasus Tipikor MTN Bank NTT, KOMPAK Indonesia Desak Jaksa Agung Segera Copot Kejati NTT

JAKARTA, MediaTimor.com– Rotasi Jabatan (mutasi, red) di lingkup institusi penegak hukum, termasuk wilayah hukum Kejaksaan Tinggi (Kejati) dan Kepolisian Daerah (Polda) di Nusa Tenggara Timur (NTT), diharapkan dapat membawa angin segar penegakan hukum.

Di tengah pusaran kasus hukum yang menyasar wilayah penegakan hukum Polda dan Kejati NTT, penempatan Brigjen Pol Setyo Budiyanto sebagai Kapolda NTT dan Hutama Wisnu sebaga Kepala Kejati NTT, membawa harapan baru bagi publik NTT, terutama bagi para pencari keadilan.

Namun demikian, kinerja kedua institusi penegak hukum di NTT itu belum menunjukkan kinerja menjanjikan sebagaimana ekspektasi publik NTT.

Mirisnya, di tengah sorotan publik terkait penegakan hukum kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medium Term Notes (MTN) atau Surat Utang Bank NTT senilai Rp 50 Miliar, Kejati NTT justru menunjukkan sikap memalukan, yakni menolak bertemu para awak media dan hanya bertemu Jajaean Direksi Bank NTT, termasuk seorang Tersangka dan seorang Terperiksa kasus Tipikor MTN Bank NTT.

Menanggapi pertemuan yang terkesan di luar etika Aparat Penegak Hukum dan dugaan konspirasi (kongkalikong, red), Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi (KOMPAK) Indonesia, angkat bicara.

Ketua KOMPAK Indonesia, Gabriel Goa, dengan tegas mendesak Jaksa Agung agar segera mencopot Kepala Kejati NTT.

“Kami mendesak Jaksa Agung RI agar segera mencopot Kajati NTT, Hutama Wisnu,” desak Gabriel dalam keterangan resmi, Kamis (7/4/2022).

Gabriel mengajak solidaritas penggiat anti korupsi, lembaga agama, masyarakat, dan pers untuk melakukan aksi di Kejaksaan Agung guna mendesak agar Jaksa Agung RI segera mencopot Kajati NTT.

“Kinerja Kepala Kejati NTT menunjukkan citra buruk dan tidak berintegritas dalam upaya penegakan hukum di NTT, terutama komitmen pemberantasan korupsi. Ini tidak dapat ditolerir,” tegas Gabriel.

KOMPAK Indonesia, lanjut Gabriel, juga mendesak agar KPK RI segera mengambil alih semua perkara tindak pidana korupsi yang sedang ditangani di lingkup Polda dan Kejati NTT, karena diduga terjadi kongkalikong dalam penegakan hukum tindak pidana korupsi di NTT.

Menurut Gabriel, Kajati NTT telah merusak citra dan martabat Aparat Penegak Hukum yang berintegritas dan bebas KKN.

“Saatnya NTT diperhitungkan di wilayah hukum NKRI, karena NTT bukan tempat buangan pejabat yang tidak memiliki integritas dan bermasalah,” kritik Gabriel.

“Kajati NTT saat ini, sangat tidak pantas berkarya di NTT, karena telah mempertontonkan di depan publik ‘kemesraan’ bersama Pimpinan Bank NTT yang sedang disorot dan dilaporkan penggiat anti korupsi atas dugaan tindak pidana korupsi. Kajati NTT harus segera angkat kaki dari NTT,” tandas Gabriel.

Sebelumnya, Kajati NTT menerima Direktur Bank NTT, Alex Riwu Kaho di ruang kerjanya. Alex merupakan terperiksa kasus dugaan korupsi MTN senilai Rp 50 miliar yang sedang dilidik Kejati NTT.

Komentar