oleh

Hironimus Taolin Mangkir Lagi dari Panggilan Kejati, KOMPAK Indonesia: Wibawa Penegakan Hukum di NTT Sangat Miris!

JAKARTA, MediaTimor.com– Koalisi Masyarakat untuk Pemberantasan Korupsi (KOMPAK) Indonesia, menyoroti wibawa penegakan hukum di lingkup Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sorotan itu berkaitan dengan kembali mangkirnya Direktur PT. Sari Karya Mandiri (SKM), Hironimus Taolin (HT) untuk keempat kalinya dari panggilan pemeriksaan Kejati NTT.

Panggilan terhadap Hironimus Taolin (HT) terkait dugaan korupsi senilai kurang lebih Rp 15 Miliar akibat monopoli sejumlah proyek di sejumlah daerah di NTT.

Padahal, HT dijadwalkan menjalani pemeriksaan oleh Kejati NTT pada Jumat (1/4/2022).

Ketua KOMPAK Indonesia, Gabriel Goa, menyoroti bahwa mangkirnya Hironimus Taolin dari Panggilan Kejati NTT memperlihatkan kepada publik bahwa HT diduga kuat dibekingi oleh orang-orang kuat (kuasa, red).

“Sangat miris! Ini membuktikan bahwa sebagai institusi penegak hukum, Kejati NTT tidak bernyali untuk menjemput paksa HT bahkan terkesan dibiarkan,” sorot Gabriel melalui keterangan resmi, Sabtu (2/4/2022).

Menurut Gabriel, hal itu harus menjadi Pekerjaan Rumah dari Kepala Kejaksaan Tinggi NTT yang baru untuk membereskan secara internal Aparat Penegak Hukum di lingkup Kejati NTT yang terkesan nakal dan korup.

Gabriel juga mengingatkan agar Kepala Kejati yang baru harus komit membereskan semua perkara Tipikor yang di-peties-kan di Kejati NTT.

KOMPAK Indonesia, kata Gabriel, mendukung total HT sebagai Justice Collaborator Tipikor dengan meminta perlindungan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dan KPK RI.

“Kami mendesak Kepala Kejati NTT untuk segera memproses hukum semua perkara Tipikor yang dipetieskan di meja Kejati NTT. Jika dalam waktu 100 hari kerja tidak ada kemajuan signifikan, maka kami akan mendatangi Jaksa Agung RI dan mendesak untuk mencopot Kajati NTT,” desak Gabriel.

Gabriel menambahkan, KOMPAK Indonesia juga mendesak KPK RI agar melakukan supervisi yang serius dan Komisi III DPR RI (Dapil NTT) melakukan pengawasan serius, serta mengajak solidaritas dan kolaborasi Penggiat Anti Korupsi dan Pers guna mengawal ketat proses penegakan hukum Tipikor di NTT.

Komitmen Kejati NTT

Informasi mangkirnya Hironimus Taolin (HT) dari panggilan keempat Kejati itu Kasipenkum Kejati NTT, Abdul Hakim, S.H.,MH.

“Tidak hadir (Hironimus Taolin, red) untuk penuhi panggilan pemeriksaan oleh Kejati NTT,” kata Hakim melansir Korantimor.vom.

Menurut Abdul Hakim, Kejati NTT akan segera melakukan pemanggilan kembali terhadap HT sesuai prosedur perundang-undangan yang berlaku.

Abdul Hakim memastikan komitmen Kejati NTT untuk tetap menyelesaikan kasus dugaan korupsi akibat monopoli sejumlah proyek pada tiga daerah di NTT yakni TTS, TTU, dan Belu yang melibatkan Direktur PT. SKM, Hironimus Taolin (HT) sejak tahun 2016 hingga tahun 2021 dengan dugaan kerugian negara sekitar Rp 15 Miliar.

“Yang jelas penyidik tetap bekerja untuk selesaikan kasus ini,” tegas Hakim.

Komentar