oleh

KOMPAK Indonesia Desak KPK Tindaklanjuti Laporaran Masyarakat soal Dugaan Tipikor di NTT

JAKARTA, MediaTimor.com– Koalisi Masyarakat untuk Pemberantasan Korupsi (KOMPAK) Indonesia meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI untuk menindaklanjuti Laporan Masyarakat penggiat Anti Korupsi terhadap beberapa persoalan dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ketua KOMPAK Indonesia, Gabriel Goa, menyebut salah satu dugaan Tipikor yang hingga kini masih menjadi perhatian publik yakni kasus pembelian Medium Term Notes (MTN) atau Surat Hutang Jangka Menengah PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP) oleh Bank NTT senilai Rp 50 miliar dan menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

“Kasus Bank NTT hanya salah satu dari beberapa kasus dugaan Tipikor di NTT seperti yang korupsi Dana Bansos, Dana Covid 19, Dana Bencana, Dana Alkes dan Dana Proyek yang bersumber dari APBD maupun APBN,” ujar Gabriel dalam keterangan Pers, Senin (21/3/2022).

Gabriel menegaskan, KOMPAK Indonesia terpanggil untuk menyelamatkan NTT dari mafiosi perampokan uang rakyat dan hak-hak ekosob maayarakat, dengan mendesak KPK RI untuk serius menindaklanjuti Laporan Masyarakat dan CSO Penggiat Anti Korupsi terkait kasus-kasus korupsi di NTT, di antaranya kasus Bank NTT sekaligus siap bekerjasama.

“Kami juga mendesak Jaksa Agung RI dan KPK RI agar melakukan supervisi ke Kejati NTT atas kasus Bank NTT yang sedang ditangani Kejati NTT,” pinta Gabriel.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya mendesak Anggota Komisi III DPR RI Dapil NTT untuk mendorong agar segera memanggil Jaksa Agung, Jaksa Tinggi NTT dan KPK RI guna meminta pertanggungjawaban terkait penanganan kasus-kasus pada Bank NTT.

“Korupsi di NTT sudah menjadi kejahatan berjamaah, sehingga kami mengajak solidaritas Rakyat NTT, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Mahasiswa dan Pers untuk bersama-sama mengawal kinerja Aparat dan berani membongkar praktek kejahatan KKN di Bank NTT,” tegas Gabriel.

Komentar