oleh

Diduga Kuat Terlibat dalam Tindak Pidana Pendanaan Terorisme, PEREKAT NUSANTARA: Fadli Zon Bisa Jadi Dalam Bidikan Densus 88

JAKARTA, MediaTimor.com– Media sosial kembali menyoal nama Fadli Zon, sebagai seorang yang diduga telah membantu pendanaan untuk kegiatan yang berhubungan dengan terorisme melalui Hilal Ahmar Society Indonesia (HASI), sebuah organisasi yang terafiliasi dengan kelompk teroris Jamaah Islamiyah (JI), karena Angga Dimas Pershada yang pernah menerima bantuan uang 20.000 USD dari Fadli Zon telah ditangkap Densus 88 beberapa waktu yang lalu.

Diketahui, pada Desember 2021 yang lalu Densus 88 menyatakan tangkapan berikutnya akan menggegerkan publik, lalu ada pengamat yang menduga-duga bahwa dia adalah pejabat publik karena sering tampil di televisi bahkan menjadi media darling.

“Jika dihubungkan dengan fakta-fakta yang berkembang saat ini, bisa saja sosok itu ada pada Fadli Zon,” ujar salah satu pendiri Pergerakan Advokat (PEREKAT) NUSANTARA, Daniel Tonapa Masiku, dalam keterangan resmi, Sabtu (19/3/2022).

Menurut PEREKAT, jika dihubungkan dengan HASI yang telah beroperasi di Indonesia sejak tahun 2011, namun HASI ini secara aktif melakukan perekrutan dan pembiayaan pelatihan militer Pejuang Teroris Asing atau Foreign Terrorist Fighter (FTF) JI ke Suriah dan sejak tahun 2015 telah dinyatakan sebagai organisasi terlarang melalui Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dalam perkara terorisme.

Dugaan Keterlibatan Fadli Zon

Dugaan keterkaitan Fadli Zon dengan organisasi terlarang dan terafiliasi dengan teroris mengemuka setelah beberapa pegiat media socsal ramai-ramai mengunggah foto yang memperlihatkan Fadli Zon bersama seseorang yang diduga aktifis HASI sambil memegang tulisan simbolis berupa sumbangan kepada organisasi yang diduga terafiliasi dengan kelompok teroris JI.

Setelah ramai di media social, Fadli Zon kemudian melakukan klarifikasi melalui beberapa media online. Kendati telah diklarifikasi oleh Fadli Zon (detiknews 16 Maret 2022 Pkl. 12.25) namun hal tersebut tidak secara otomatis menyelesaikan persoalan.

“Karena itu, Densus 88 perlu melakukan tindak lanjut dengan melakukan penyelidikan terhadap Fadli Zon, dkk,” ungkap Daniel.

Urgensi pendalaman oleh Densus 88 tentang kaitannya dengan Fadli Zon, lanjut Daniel, sangat penting mengingat terdapat sejumalh fakta yang bisa menguatkan tuduhan kedekatan Fadli Zon dengan kelompok organisasi terlarang yang terafiliasi dengan jaringan teroris.

“Fakta tersebut antara lain pembelaan membabibuta Fadli Zon terhadap penangkapan beberapa terduga teroris, bahkan Fadli Zon secara vokal dan konsisten menyuarakan pembubaran Densus 88,” ujar Daniel.

PEREKAT Berpandangan, Issue soal terorisme dan figur Fadli Zon memang cukup menarik, mengingat sikap Fadli Zon atas issue-issue terorisme memang acap kali kontoversial dan yang paling menonjol adalah tuntutan Fadli Zon untuk membubarkan Densus 88 ketika Densus 88 menangkap beberapa terduga teroris yang secara kebetulan beberapa di antaranya merupakan pengurus Lembaga atau Ormas berpengaruh.

MKD DPR RI dan Partai Gerindra Berkepentingan

Menurut PEREKAT, terdapat benang merah antara rangkaian sikap politik Fadli Zon yang acap kali menyerang bahkan meminta pembubaran Densus 88 dan secara membabibuta melakukan pembelaan terhadap beberapa terduga teroris dan dihubungkan dengan issue pendanaan kepada organisasi yang terafiliasi dengan kelompok teroris, maka sangat penting Densus 88 mendalami melalui suatu penyidikan untuk mengungkap kebenaran issue tersebut.

“Selain pendalaman oleh Densus 88, Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI juga perlu memeriksa dugaan pelanggaran etik terkait dugaan adanya sumbangan atau keterkaitan Fadli Zon dengan sumbangan kepada organisasi Hilal Ahmar Society Indonesia yang diduga terafiliasi dengan kelompk teroris Jamaah Islamiyah,” sebut Advokat Peradi itu.

PEREKAT menegaskan, hal itu penting karena tidak saja untuk membersihkan nama baik Fadli Zon secara pribadi jika dia bisa membuktikan bahwa tuduhan yang bersangkutan telah menyumbang organisasi yang terafiliasi dengan kelompok teroris, tetapi juga penting untuk menjaga citra dan nama baik lembaga DPR mengingat Fadli Zon adalah anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra.

Saat ini muncul persepsi masyarakat bahwa lembaga DPR menjadi sarang pendukung atau pembela kelompok teroris, berkomentar bahwa tidak heran jika ada nama besar yang diangkut ke depan.

“Diduga kuat Jaringan JI banyak terdapat nama besar seperti Akademisi, Politisi yang sering muncul di televisi menjadi media darling, mereka main di dua kaki, sebagai pejabat dan grassroots yang memainkan isu agama yang mengarah ke JI,” pungkas Daniel.

Komentar