oleh

Penyidik Polres Flotim Resmi Tetapkan Oknum Pengacara Jadi Tersangka Kasus Fitnah

LARANTUKA, MediaTimor.com– Penyidik Polres Flores Timur (Flotim) menetapkan oknum Pengacara, Ipi Daton sebagai tersangka dalam kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik.

Kasi Humas Polres Flotim, Ipda Anwar Sanusi mengatakan penetapan tersangka tersebut setelah penyidik reskrim melakukan gelar perkara pada Rabu (9/3/2022).

“Iya benar, sudah ditetapkan jadi tersangka. Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) sudah dikirim ke kejaksaan pada 10 Maret,” ujar Ipda Anwar kepada wartawan Minggu, (13/3/32022), melansir kupang.tribunnews.com.

Sebelumnya, oknum pengacara Ipi Daton dilaporkan oleh seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), Elisabeth Ede Keraf atas dugaan fitnah melalui media elektronik pada 30 November 2021 lalu.

Laporan Ede Keraf diterima Kanit I SPKT Polres Flotim, Aipda Zainal Arifyn Billa, dengan Nomor Laporan Polisi:STPL/303/XI/2021/SPKT.

Dugaan fitnah itu menyusul pernyataan Ipi Daton yang merupakan Kuasa Hukum BPR Larantuka pada salah satu media online, yang menyebut adanya pemberian uang sebesar Rp 25 juta oleh Debitur BPR, Richardus Leo dan Elisabeth Ede Keraf melalui kuasa hukumnya.

Uang itu disebut-sebut sebagai uang suap terkait kasus Kredit Macet yang sedang ditanganinya.

“Dalam perjalanan, saya melanjutkan permohonan sita eksekusi, datanglah ke rumah saya pengacaranya (pengacara lama) menghantar uang Rp 25 juta. Saya tanya, uang ini untuk apa? Saya punya harga diri. Saya punya profesi tidak bisa dinilai dari uang Rp 25 juta. Silahkan bawa uang itu kembalikan ke yang bersangkutan,” ujar Ipi, 20 Februari 2021.

Pernyataan Ipi Daton itu pun dinilai sebagai bentuk pemfitnahan. Pasalnya, para debitur merasa tidak pernah berupaya melakukan suap.

Rikardus Leo dan Elisabeth Ede Keraf pun mendatangi Polres Flotim dan membuat laporan pengaduan.

Komentar