oleh

Jeritan Nurani Keluarga ABK asal NTT: “Bapak Jokowi, Tolong Bantu Kami…”

JAKARTA, MediaTimor.com– Petrus dan Klaudius merupakan 2 dari 7 Anak Buah Kapal (ABK) asal Indonesia yang dinyatakan hilang di Perairan Mauritius.

Petrus dan Klaudius adalah dua ABK asal Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang hingga kini belum diketahui pasti nasib mereka; apakah masih hidup atau sudah meninggal.

Jeritan nurani menuntut kepastian hukum, keadilan, dan penegakan HAM atas nasib kedua anak mereka terus menjadi pergolakan batin yang berat bagi keluarga korban, Bapak Gabriel dan Mama Ita.

Sembari meminta pendampingan dan bantuan Lembaga Hukum dan HAM, Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (PADMA) Indonesia, Bapak Gabriel dan Mama Ita kini meminta bantuan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi).

“Bapak Presiden Jokowi, tolong bantu kami. Mohon Bapak Presiden mendengar rintihan hati kami masyarakat kecil, kami minta kepastian soal nasib kedua anak kami,” seru Bapak Gabriel dan Mama Ita dengan kepedihan mendalam.

Tiada henti Bapak Gabriel dan Mama Ita meminta kehadiran Negara melalui Bapak Presiden, agar keadilan hukum dan HAM atas kedua anak mereka menjadi perhatian serius Negara yang berkewajiban melindungi setiap warga negara.

“Bapak Jokowi, tolong dengar rintihan kami ini. Kami terus mengharapkan keadilan. Bagaimana kepastian nasib kedua anak kami? Bapak Presiden, hadirlah dan berjuanglah bersama kami kaum kecil ini,” pinta Mama Ita dengan nada sedih.

Minta Atensi dan Tindaklanjut Serius

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina PADMA Indonesia, Gabriel Goa yang mendampingi keluarga korban, dalam keterangan resmi, Senin (14/3/2022), mengatakan bahwa hingga kini belum ada kepastian hukum dan HAM atas nasib (keberadaan) 7 ABK asal Indonesia termasuk 2 di antaranya berasal dari Belu, NTT.

“Para ABK itu dinyatakan hilang di perairan Mauritius, tapi faktanya Nakhoda Kapal dan ABK asal Vietnam beserta kapal ikannya ditahan oleh pihak Kepolisian Mauritius,” ungkap Gabriel.

Menurut Gabriel, sangat mudah sekali jika pihak Kepolisian Mauritius dan Pemerintah Mauritius sangat serius membantu pihak Pemerintah Indonesia dan Keluarga 7 ABK asal Indonesia mengejar pertanggungjawaban dan kejujuran Nakhoda Kapal dan ABK asal Vietnam yang selamat.

“Atas nama HAM dan Kepastian Hukum bagi keluarga korban, kami mempertanyakan; di mana keberadaan 7 ABK asal Indonesia: apakah masih hidup atau diduga sudah dibunuh dan dibuang ke laut di Perairan Mauritius?” timpal Gabriel.

Oleh Karena itu, desak Gabriel, atas nama Keadilan Hukum dan HAM korban beserta keluarganya, kami meminta agar Presiden Jokowi dapat berkoordinasi serius dengan Presiden Mauritius guna mendesak Pihak Kepolisian Mauritius agar mengejar informasi dari Nakhoda Kapal dan ABK asal Vietnam yang masih hidup soal mana keberadaan 7 ABK asal Indonesia.

“Atas nama Keadilan Hukum dan HAM, kami juga mendesak Presiden RI agar memerintahkan Menteri Luar Negeri RI untuk bekerja serius berkoordinasi dengan pihak Menteri Luar Negeri Mauritius sehingga ada kepastian hukum dan HAM terkait keberadaan 7 ABK asal Indonesia; apakh masih hidup atau sudah meninggal,” desak Gabriel.

Atas nama Keadilan Hukum dan HAM, lanjut Gabriel, kami juga mendesak Komisi I dan Komisi IX DPR RI agar dapat menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak Kementerian Luar Negeri dan Kemnaker serta BP2MI terkait keberadaan 7 ABK asal Indonesia yang hingga kini belum diketahui keberadaan mereka; apakah masih hidup atau sudah meninggal,” pinta Gabriel.

Komentar