oleh

Terima Kasih Telah Diingatkan soal Tagihan PDAM Ende, Begini Tanggapan Kritis Ignas Iryanto

JAKARTA, MediaTimor.com– Salah satu tokoh NTT Diaspora, Ignas Iryanto, memberi tanggapan kritis terhadap seseorang yang tidak dikenalnya, karena dinilai telah menyinggung soal privasi (keluarga, red) dengan nada menghina.

Dalam keterangannya kepada media ini, Jumat (25/2/2022), Ignas menerangkan, komentar seseorang yang tidak dikenalnya itu bermula ketika pada bulan Januati lalu, Ignas menulis soal Wakil Bupati (Wabup) Ende dan ditanggapi oleh banyak netizen, termasuk yang menganggap dirinya aktivis demokrasi di Ende.

“Ada seseorang yang tidak saya kenal, menyindir saya dengan mengatakan ‘kalau mau jadi idealis jangan setengah-setengah. Jangan kalau ada tagihan PDAM diam saja,” demikian bunyi komentar dari seseorang itu.

“Ini tipe orang yang tidak mampu berdiskusi soal subtansi namun berusaha membelokkan isu dan mencoba menghina saya dengan hal murahan,” tanggap Ignas.

Ignas mengaku, awalnya dia kaget dan tidak paham, lantas ia hanya menjawab singkat “tagihan PDAM itu sangat mikro, biar team teknis yang menyelesaikannya,” tulisnya menanggapi komentar tersebut.

“Namun kemudian saya curiga, apa saya dianggap tidak membayar tunggakan PDAM dan orang ini mau mempermalukan saya dengan menuduh saya sok idealis namun tidak mau membayar tunggakan PDAM? Apalagi tulisannya itu ikut menyebut nama Dirut PDAM Ende,” terang Ignas.

Ignas lantas mengecek adik-adiknya yang tinggal di Ende.

“Ternyata benar, keluarga kami. Tepatnya rumah tinggal orang tua saya, memang tidak membayar tagihan PDAM selama setahun. Saya benar-benar marah pada adik-adik saya dan menyuruh mereka segera melunasinya hari itu juga,” terang Ignas.

Namun Ignas mengaku heran, meski menunggak selama 1 tahun, namun tetap mendapat pelayananan dari PDAM (walaupun tidak terlalu lancar).

Ia membandingkan aturan di Jakarta, jika satu bulan terlambat bayar, supply sudah distop sementara, sampai pelanggan membayar lunas.

“Lebih kaget lagi, saya mendapat informasi bahwa di Ende banyak yang menunggak, bahkan ada yang hingga 5 tahun. Seturut informasi, orang bisa menunggak selama 4 tahun baru sambungannya diputus. Konon, yang menunggak hingga 5 tahun itu adalah rumah-rumah para pejabat di Ende,” sentilnya.

“Saya tidak bisa membayangkan bagaimana cash flow perusahaan daerah seperti PDAM itu bisa sehat, jika aturannya seperti itu,” lanjutnya.

Hak dan Kewajiban Warga

Ignas mengingatkan agar warga Kabupaten Ende, baik pengguna jasa PDAM maupun Listrik, harus sadar akan hak dan kewajibannya.

“Hak berarti mendapat suplly jasa secara lancar namun kewajibannya adalah membayar iuran secara tepat waktu tanpa keterlambatan. Keseimbangan antara hak dan kewajiban inilah yang menjadi dasar dari sahnya klaim jika kita tidak mendapatkan jasa yang semestinya dari perusahaan daerah seperti ini,” jelas Ignas.

Ignas beralasan, melihat fenomena kasus yang sudah menyentuh ranah korporasi (termasuk PDAM), sebaiknya PDAM Ende diaudit.

“Tidak perlu langsung audit keuangannya, namun didahului dengan audit proses atas bisnis proses yang dibangun,” ungkapnya.

Menurutnya, suatu korporasi yang sehat (termasuk PDAM), harus memiliki Bisnis Proses, Sub Bisnis proses yang kemudian diturunkan dalam Standard Operating Procedure (SOP) perusahaan.

Jika diperlukan, lanjut dia, untuk pekerjaan-pekerjaan yang sangat teknis yang menjadi bagian dari SOP, mesti dibuat Working Instruction (W).

“Prinsipnya, hal itu harus dijalankan dengan taat dan konsisten oleh pelaksana tugas di PDAM Ende dan PDAM manapun,” imbuhnya.

Ia menegaskan agar tidak boleh terjadi lagi pelanggan menunggak selama 1 tahun, apalagi hingga 4 bahkan 5 tahun.

“Itu kewajiban dari pelanggan dan selama dia memenuhi kewajibannya, baru dia berhak menuntut haknya. Oleh Kerena itu, lakukan audit proses di PDAM Ende sebelum dilakukan audit finansial. Ini mesti menjadi tradisi yang sehat di manapun. Semoga PDAM Ende semakin sehat,” simpulnya.

Komentar