oleh

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende Paparkan Gambaran Penerapan Kurikulum Prototipe 2022

ENDE, MediaTimor.com– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Ende terus mendukung Visi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Kemendikbudristek) 2020-2024 guna mendukung Visi dan Misi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mewujudkan Indonesia Maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila yang bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, bergotong royong, serta berkebhinekaan global.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende, Mathildis Mensi Tiwe, melalui bahas tertulis yang diterima media iji, Jumaf (24/2/2022) menjelaskan bahwa
Dasar penerapan Kurikulum Prototipe 2022 yakni sebagai opsi tambahan bagi satuan pendidikan untuk melakukan pemulihan pembelajaran selama 2022-2024.

Diterangkan, kebijakan Kurikulum Nasional akan dikaji ulang pada 2024 berdasarkan evaluasi selama masa pemulihan pembelajaran.

Adapun Kurikulum Prototipe merupakan lanjutan pengembangan kurikulum sebelumnya, yakni;

Pertama, Orientasi holistik, yaitu kurikulum dirancang untuk mengembangkan murid secara holistik, mencakup kecakapan akademis dan non-akademis, kompetensi kognitif, sosial, emosional, dan spiritual.

Kedua, berbasis kompetensi, bukan konten, yaitu kurikulum dirancang berdasarkan kompetensi yang ingin dikembangkan, bukan berdasarkan konten atau materi tertentu.

Ketiga, kontekstualisasi dan personalisasi, yaitu kurikulum dirancang sesuai konteks (budaya, misi sekolah, lingkungan lokal) dan kebutuhan murid.

“Kurikulum Prototipe mendorong pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan siswa serta memberi ruang lebih luas pada pengembangan karakter dan kompetensi dasar,” ungkap Kadis Mensi.

Karakteristik Kurikulum Prototipe

Kurikulum Prototipe memiliki beberapa karakteristik utama yang mendukung pemulihan pembelajaran, yakni: Pembelajaran berbasis projek untuk pengembangan soft skills dan karakter (iman, taqwa, dan akhlak mulia; gotong royong; kebinekaan global; kemandirian; nalar kritis; kreativitas); Fokus pada materi esensial sehingga ada waktu cukup untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi; serta Fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan murid (teach at the right level) dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal.

Selain itu, terdapat 7 Tema Utama Pembelajaran Berbasis Projek yang perlu dikembangkan menjadi modul dengan topik dan tujuan yang lebih spesifik, yakni: Bangunlah Jiwa dan Raganya; Berekayasa dan Berteknologi untuk Membangun NKRI; Bhinneka Tunggal Ika; Gaya Hidup Berkelanjutan; Kearifan Lokal; Kewirausahaan; dan Suara Demokrasi.

Persepsi Guru tentang Kurikulum Prototipe

Kadis Mensi mengemukan bahwa secara umum guru memiliki respons positif terhadap Kurikulum Prototipe.

“Kurikulum ini dinilai menjawab persoalan pembelajaran, sensitif terhadap keragaman karakteristik siswa, dan membantu siswa untuk beradaptasi dengan berbagai keterampilan baru. Memang terdapat sebagian guru yang membutuhkan waktu untuk beradaptasi agar dapat menggunakannya dengan lebih mudah,” kata Kadis.

Penerapan Kurikulum Prototipe

Kebijakan Mendikbudristek tentang penerapan Kurikulum Prototipe akan dilaksanakan bagi sekolah-sekolah penggerak.

Namun demikian, di kabupaten Ende pada Tahun Ajaran Baru 2022/2023, semua jenjang pendidikan akan menerapkan atau dikenalkan dengan Kurikulum Prototipe 2022.

Kadis Mensi menyebut, tahap awal yang dilakukan yakni mensosialisasikan kepada Pegawai di lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Pengawas PAUD, Pengawas SD, Pengawas SMP serta Guru Penggerak yang ada di Satuan Pendidikan dari Jenjang PAUD, SD, SMP dan SMK dalam Wilayah Kabupaten Ende.

Di Kabupaten Ende, juga terdapat penerapan Profil Pelajar Pancasila di sekolah yang bertujuan untuk membentuk karakter dan kemampuan pelajar dalam keseharian dan dihidupkan dalam diri setiap individu (pelajar) melalui budaya sekolah, pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler.

Kadis Mensi menjelaskan, sebagai bentuk tindak lanjut dari penerapan Profil Pelajar Pancasila, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende pada Tahun Ajaran Baru 2022/2023, akan menerapkan kurikulum muatan lokal wisata sejarah nilai-nilai Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, sejalan dengan Peraturan Bupati Nomor 4 Tahun 2022.

Adapun strategi Pembelajaran Kurikulum Muatan Lokal yang akan diterapkan di Kabupaten Ende, yakni;

Pertama, Tutorial di kelas menggunakan buku-buku teks, panduan dan modul serta dapat dilakukan dengan bantuan media audio visual, pemahaman siswa akan lebih mudah dengan bantuan media tersebut.

Kedua, kunjungan lapangan; untuk mempermudah memahami keunggulan budaya dan wisata lokal, menjadi keharusan untuk melakukan kunjungan lapangan, waktu dan intensitas kunjungan dapat diatur berdasarkan lokasi masing-masing sekolah.

Ketiga, apresiasi digunakan untuk muatan lokal dengan materi kesenian, di mana setiap peserta didik diberikan kesempatan untuk melakukan apresiasi kesenian terutama terkait pementasan.

Keempat, permainan karakter (roleplay); dengan mengambil setting sejarah, bisa juga dijadikan sebagai pementasan teater atau drama.

Kelima, membuat produk kreatif; di mana muatan lokal juga diarahkan untuk terciptanya industri kreatif sehingga peserta didik sudah dikenalkan dan diajarkan untuk turut serta dalam proses ini. Sebagai contoh pembuatan kerajinan souvenir atau oleh-oleh khas Ende dengan tema-tema wisata sejarah, napak tilas atau budaya lokal.

Keenam, Event festival; Pembelajaran tidak hanya terpaku di dalam kelas, melainkan siswa dikenalkan juga untuk turut serta berpartisipasi dalam berbagai festival.

Kebijakan Penyelenggaraan Pembelajaran

Selama masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) untuk tahun pelajaran 2021/2022, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melakukan langkah responsif yang mengutamakan keselamatan dan kesehatan lahir dan batin peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan.

Hal itu didukung dengan diterbitkannya Surat Edaran Bupati Ende Nomor: BU.420/PK.01/215/II/2022, yang memerintahkan Kepala Satuan Pendidikan Melakukan penghentian pembelajaran tatap muka terbatas, dan dilanjutkan dengan Pembelajaran Jarak Jauh Dalam Jaringan (PJJ Daring).

Guna mendukung pelaksanaan PJJ Daring di Satuan Pendidikan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende telah menyiapkan Platform Portal Sekolah.

“Portal Sekolah merupakan sistem sekolah digital terpadu yang dirancang secara spesifik untuk sekolah,” terang Kadis Mensi.

Adapun Portal Sekolah dilengkapi dengan fitur-fitur yang memiliki beberapa manfaat, antara lain: memberikan solusi terbaik untuk kegiatan belajar mengajar dan pengelolaan administrasi sekolah, memudahkan guru dan tenaga kependidikan dalam menciptakan dan menjalankan ekosistem pendidikan yang berkualitas bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan; serta dapat diakses kapan dan di mana saja melalui semua perangkat.

“Sejak bulan November 2021 hingga Februari 2022, para Kepala satuan Pendidikan, Kaur Kurikulum dan Operator mengikuti pelatihan via daring (zoom),” simpul Kadis Mensi.

Komentar