oleh

Korban Resmi Cabut Laporan Polisi, Kasus Pencurian Ternak di Wolowaru Diselesaikan secara Restorative Justice

ENDE, MediaTimor.com– Kasus pencurian ternak (babi) yang dilakukan oleh tiga orang pelaku asal Maumere, Kabupaten Sikka dan ditangani oleh Kepolisian Sektor (Polsek) Wolowaru, diselesaikan secara Restorative Justice.

Penyelesaian itu dilakukan karena korban (YL) secara resmi mencabut Laporan Polisi usai menggelar pertemuan dengan pelaku dan keluarga pelaku, Rabu (2/2/2022).

Saat dikonfirmasi media ini di ruangan kerjanya, Jumat (4/2/2022), Kapolsek Wolowaru, Ipda Yosef Frederik Salatin Sala Mali, SH mengatakan bahwa pada prinsipnya mekanisme penegakan hukum tetap berpegang pada aturan (koridor) hukum yang berlaku.

“Saat pertemuan antara korban dengan pelaku dan keluarga pelaku, korban sepakat untuk mencabut Laporan Polisi dengan berbagai pertimbangan oleh pihak korban. Sehingga dasar hukumnya jelas, kasus ini tidak diproses lanjut. Ini juga bagian dari pendekatan Restorative Justice oleh Kapolri sebagai semangat pelayanan Polri,” ujar Kapolsek Frederik.

Kapolsek Frederik menerangkan bahwa usai korban sepakat mencabut Laporan Polisi, maka pihaknya mengembalikan barang hasil curian (babi) kepada korban, serta membebaskan pelaku dari tahanan Mapolsek Wolowaru beserta kendaraan jenis Avanza putih Nomor Polisi W 1851 NL yang digunakan oleh ketiga pelaku.

“Pada intinya, kita berjalan sesuai aturan hukum yang berlaku dengan merujuk pada dasar Laporan, pertimbangan dan keputusan korban. Prinsipnya, sejauh bisa gunakan pendekatan Restorative Justice, itu yang ditegakan,” ujar Kapolsek Frederik yang baru beberapa bulan mengemban tugas sebagai Kapolsek Wolowaru ini.

Pertimbangan Korban

Sementara itu, saat dikonfirmasi media ini, korban (YL) bersama keluarga membenarkan pencabutan Laporan Polisi di Polsek Wolowaru dengan pertimbangan kemanusiaan dan alasan internal keluarga.

“Setelah mendengar langsung pengakuan isteri dan keluarga pelaku di Polsek Wolowaru, kami lalu memutuskan untuk mencabut Laporan. Kami merasa tidak tega melihat isteri dan anak bayi dari salah satu pelaku yang memohon agar suaminya tidak dipenjara karena menjadi tulang punggung keluarga mencari nafkah,” ujar YL menyinggung keterangan isteri salah satu pelaku.

Korban YL mengatakan bahwa sebelum pencabutan Laporan, ketiga pelaku dan keluarga juga membuat pernyataan untuk tidak lagi mengulangi kejahatan serupa.

“Mereka berjanji untuk tidak lagi mengulangi kejahatan yang sama. Kami juga dilema karena ada urusan internal keluarga sehingga memutuskan untuk mencabut Laporan Polisi di Polsek Wolowaru,” tutup YL didampingi isteri dan beberapa anggota keluarga.

Sebelumnya, sebagaimana diberitakan, ketiga pelaku pencurian ternak (babi) milik warga di Kelurahan Bokasape, Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende, berhasil dibekuk aparat Kepolisian sektor Lio Timur, Minggu (30/1/2022) malam sekitar pukul 24.30 WITA.

Ketiga pelaku yang mengaku berasal dari Maumere, Kabupaten Sikka itu diringkus bersama barang bukti hasil curian (babi), mobil jenis Avanza putih, juga sebilah parang yang ada dalam mobil.

Ketiga pelaku kemudian ditahan di Mapolsek Wolowaru setelah dilimpahkan oleh Polsek Lio Timur dan Laporan Polisi oleh korban. (GM)

Komentar