oleh

KOMPAK Indonesia Sentil Profesor yang Proaktif dalam Politik Kekuasaan

JAKARTA, MediaTimor.com– “Dicokoknya Profesor sekaligus Gubernur oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI telah mencoreng harkat dan martabat Akademisi yang bergelar Profesor, karena terlibat aktif di Politik Kekuasaan menjadi Eksekutif dan Legislatif.”

Demikian hal itu diutarakan Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi (KOMPAK) Indonesia, dalam keterangan rilis kepada media ini, Jumat (14/1/2022)

Ketua KOMPAK Indonesia, Gabriel De Sola mengatakan, berdasarkan hasil pantauan KOMPAK Indonesia, di wilayah Indonesia Timur ada Profesor-Profesor yang sangat proaktif bahkan bertindak seolah-olah Gubernur atau Bupati untuk melobi proyek-proyek Nasional di Pusat, juga bermain dalam politik kekuasaan.

Menyinggung kasus Gubernur Sulawesi Selatan yang dicokok KPK, maka KOMPAK Indonesia menyatakan komitmen untuk bekerjasama dengan KPK RI guna melakukan operasi khusus pencegahan terjadinya Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Selain itu, kata Gabriel, pihaknya juga siap bekerjasama dengan Pers dan Penggiat Anti Korupsi untuk mengawasi para Profesor yang kasak-kusuk melobi Proyek Nasional, bertindak melebihi Gubernur dan Bupati, meninggalkan tugas pokoknya mengajar di Kampus serta melakukan penelitian.

“Jika terbukti para Profesor tersebut terindikasi kuat melakukan Tindak Pidana Korupsi, maka kami akan menjalin kerjasama dengan KPK RI untuk melakukan Penangkapan melalui OTT dan memproses hukum Tipikor sehingga ada efek jera,” komit Gabriel.

Komentar