oleh

Sugeng Teguh Santoso: Advokat Harus Berpijak pada Hukum dan Kode Etik

BOGOR RAYA, MediaTimor.com– “Advokat yang baik dan benar akan memberikan arahan sesuai hukum dan kode etik.”

Demikian hal itu ditegaskan Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, dalam postingannya, Jumat (31/12/2021).

Sugeng menyinggung Pasal 5 UU Nomor 18 tahun 2003 tentang Advokat yang menegaskan status Advokat sebagai penegak, hukum yang dalam menjalankan tugasnya bebas dan mandiri karena dijamin oleh Undang-Undang.

“Bebas dan mandiri diberi makna oleh UU yakni dalam menjalankan tugas, Advokat tanpa rasa takut, tanpa hambatan, tanpa tekanan serta bebas dari intervensi,” terang Sugeng.

Tanpa rasa takut, hambatan dan tekanan, kata dia, bukan karena Advokat itu pendekar, tetapi karena memiliki keyakinan bahwa hukum dan sistem hukum mampu memberikan perlindungan pada profesi (walaupun das sein berbeda dengan das solen).

“Tetapi Advokat harus percaya pada jalan hukum itu. Intervensi atau pengaruh yang harus ditolak juga yakni pengaruh dari klien yang membayar; bukan karena membayar besar, klien bisa mempengaruhi Advokat,” sentilnya.

Kode Etik Advokat

Sugeng yang juga pendiri Peradi Pergerakan Bogor Raya ini menekankan bahwa Advokat yang baik dan benar akan memberikan arahan sesuai hukum dan kode etik.

Sugeng mengaku, sebagai salah satu penyusun Kode Etik Advokat Indonesia (KEAI) pada 23 Mei 2002, dirinya memahami benar filosofi (dasar pikir) penyusunan Pasal 5 KEAI; hubungan Advokat dengan teman sejawat yaitu bertumpu pada Soliditas dan solidaritas para Advokat.

“Advokat harus menghindari permintaan kliennya melaporkan Advokat lawan ke Polisi ketika Advokat lawan diduga melanggar aturan kode etik atau bahkan dugaan pidana. Tindakan mendampingi atau mewakili klien melaporkan seorang Advokat termasuk dugaan pelanggaran etik,” ujarnya.

Sebagai Ketua Majelis Kehormatan Pusat Peradi, lanjutnya, Sugeng mengaku pernah memutuskan bersalah melanggar Pasal 5 huruf dan Pasal 3 huruf (d) KEAI; seorang Advokat yang mendapat kuasa dari klien melaporkan Advokat lain.

Sugeng menyinggung, dalam kasus Jrx Sid, dirinya dilaporkan ke Polisi oleh Adam Deni.

Namun Sugeng yang dikenal sebagai Advokat “Sang Pembela” itu menegaskan hal itu tidak boleh menghambat dirinya untuk tetap berbicara dan membuka motif mencari uang oleh Adam Deni pada klien Jrx Sid.

“Karena memang kelakuan tidak terpuji ini harus dibongkar,” komitnya.

Sugeng mengingatkan agar Advokat-Advokat muda, dalam berpraktek sungguh-sungguh menjaga Kode Etik Advokat.

“Prinsipnya, dalam menjalankan profesinya, Advokat tidak semata-mata mencari materi tetapi menegakkan etik, kebenaran dan keadilan. Untuk para Advokat muda, saya ingatkan agar jangan mudah dipengaruhi oleh klien yang berpotensi melanggar kode etik,” tandasnya.

Komentar