oleh

Gelar Aksi Perjuangkan HAM Korban KDRT, Aliansi Solidaritas untuk Roshni Seruduk Gedung Komisi Yudisial

JAKARTA, MediaTimor.com– Aliansi Solidaritas dari beberapa elemen yakni; Lembaga Hukum dan HAM, Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (PADMA) Indonesia, AMMAN Flobamora, GRAK dan FORMMADA NTT, kembali menggelar aksi tuntutan ke Komisi Yudisial (KY), Jakarta Pusat, Senin (20/12/2021).

Melalui siaran pers yang diterima media ini, dinyatakan bahwa aksi tuntutan tersebut selain sebagai aksi nyata memperingati Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Internasional, terutama bentuk solidaritas untuk memperjuangkan hak-hak hukum dan keadilan terhadap Roshni Lachiram Parvani Sadhwani selaku korban dugaan Tindakan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan oleh pasangan (suami), Prithvi Suresh Vaswani.

Aliansi menilai, penegakan hukum yang berlarut-larut perlakuan hukum yang diskriminatif atas kasus dugaan tindak pidana KDRT, telah mengakibatkan korban mengalami tekanan-tekanan psikologis yang berat dan berdampak pada pengasuhan tumbuh kembang anak-anak.

“Perlakuan hukum yang diskriminatif terhadap perempuan khususnya terhadap korban KDRT, Roshni Sahdawani, terus menjadi hambatan untuk mencapai kesetaraan hukum, keadilan gender, penghormatan terhadap martabat perempuan, serta pemenuhan hak asasi perempuan,” ungkap Penanggung Jawab Aksi, Martinus Gabriel Goa.

Sebagai bentuk solidaritas untuk keadilan dan kesetaraan hukum, Aliansi Solidaritas menyatakan sikap;

Pertama, mendesak Komisi Yudisial untuk wajib mengkampanyekan dan mempromosikan Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan Internasional.

Kedua, berkomitmen memberikan perlindungan Hukum kepada korban KDRT, Ibu Roshni Lachiram Parvani Sadhwani.

Ketiga, meminta agar Komisi Yudisial bersinergi dengan Lembaga penegak hukum terkait Penggantian Sponsor Penerbitan KITAP Baru agar dapat dilaksanakan di Jakarta atau jika harus ke luar negeri sementara, maka kedua orang anak tersebut diasuh oleh Ibu Gulu Hiro Sadhwani (Ibu Kandung dari Ibu Roshni).

Keempat, meminta agar Komisi Yudisial bersinergi dengan Lembaga penegak hukum
sehingga proses penggantian Sponsor, ibu Roshni tidak dipisahkan dengan kedua anaknya yang masih di bawah umur dan masih memerlukan kasih sayang serta pengasuhan dari ibu Roshni.

Komentar