oleh

Nia Ramadhani Mengaku Gunakan Narkoba Saat Batinnya Terpuruk

JAKARTA, MediaTimor.com– Narkotika dan obat-obat terlarang (Narkoba) masih menjadi sarana ‘pelarian’ bagi sejumlah artis tanah air.

Teranyar, kasus penggunaan Narkoba menimpa artis Nia Ramadhani dan suaminya, Ardi Bakrie.

Artis peran yang membintangi sejumlah sinetron itu mengungkap alasan dirinya menggunakan narkoba karena tak mempunyai teman cerita.

Hal tersebut diungkapkan Nia Ramadhani saat menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (16/12/2021).

Nia Ramadhani bercerita, ia berusaha menceritakan kesedihannya pasca ditinggal sang ayah, namun malah mendapat respon yang kurang baik dari teman-temannya.

Nia Ramadhani kemudian teringat salah satu pernyataan temannya yakni, jika memakai sabu, dapat membuat permasalahan dan kesedihan hilang.

“Karena batin saya lagi lemah, saya termakan dengan kata-kata itu. Saya pingin cerita sama orang gak bisa. Saya pendem terus-terusan,” ujar Nia Ramadhani.

Nia mengaku mulai menggunakan narkotika jenis sabu pada April 2021 silam.

Sebelumnya, Nia Ramadhani, Ardi Bakrie, dan Zen Vivanto selaku sopir, diduga telah mengonsumsi satu paket sabu.

Mereka melakukan secara bersama-sama di sebuah rumah, di Jalan Metro Kencana 5, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

“Para terdakwa telah melakukan atau turut serta melakukan sebagai penyalahgunaaan narkotika golongan I bagi diri sendiri,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat (Kejari Jakpus) saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar, Kamis (2/12/).

Dari hasil tes urine, ketiganya dinyatakan positif metamfetamina atau narkoba jenis sabu.

Atas perbuatan itu, ketiganya disebut telah melanggar Pasal 127 ayat 1 huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang pengaturan pengenaan sanksi bagi pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkotika golongan I bagi diri sendiri Juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP.

Sementara Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Hengki Haryadi pernah menjelaskan bahwa dalam Pasal 127 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, ketiganya terancam hukuman maksimal 4 tahun penjara.

 

Komentar