oleh

Kementerian PPPA Siap Dampingi Kasus Roshni

JAKARTA, MEDIATIMOR.COM – Perseteruan hukum atas kasus hak asuh anak yang dialami Roshni Lachiram Parvani Sadhwani WNA Panama dan suaminya Prithvi Suresh Vaswani mendapat respon positif dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak Republik Indonesia. Pihak Kementerian PPPA menyatakan siap mendapingi ibu Roshni dalam kasus ini.

“Kami sebetulnya terbuka dengan setiap kasus yang dialami ibu  dan anak. Kami terbuka bahkan kami siap turun ke lapangan untuk melihat situasi dan kondisinya secara langsung. Dalam kasus Roshni ini, sudah kami dapatkan surat permohonan dari Pengacara Roshni ibu Elza Syarief dan segera kami tindaklanjuti itu”, demikian ungkap Menteri PPPA,  I Gusti Ayu Bintang Darmawati saat menerima masa aksi dari Lembaga Hukum dan HAM Padma Indonesia di ruang kerja Kementerian PPPA pada rabu (08/12).

Dihadapan Menteri PPPA, Gabriel Goa selaku ketua Dewan Pembina Padma Indonesia mengatakan, kasus Roshni ini sangat serius karena soal perempuan WNA dengan dua anak yang masih dibawah umur berhadapan hukum dan mencari keadilan di Indonesia.

“Kami menaruh perhatian serius terhadap kasus ini bukan semata karena WNA Panama tetapi ada ibu dan seorang anak yang masih dibawah umur berhadapan hukum di Indonesia dan benar-benar membutuhkan perhataian dan keadilan hukum bagi mereka”, ungkap Gabriel.

Pertemuan Bersama Antara Padma Indonesia dan Kementerian PPPA Republik Indonesia

Gabriel menjelaskan, putusan Pengadilan sebelumnya dalam kasus ini telah memenangkan Roshni sebagai ibu yang berhak mengasuh anak mereka, namun putusan itu berubah Ketika pihak suami melakukan banding dan kemudian Roshni harus kalah dalam kasus ini sedangkan anak mereka masih dibawah umur dan membutuhkan perhatian seorang ibu. Selain itu, ada persoalan masa ijin tinggal Roshni di Indonesia yang menjadi ikutan dalam kasus ini dimana suaminya yang berhak memperpanjang KITAP Roshni, namun hal itu tidak dilakukan karena perseteruan hukum sehingga masa tinggal Roshni di Indonesia selesai dan oleh aturan tidak bisa berada di Indonesia. Persoalan inilah yang membuat Roshni benar-benar membutuhkan perhatian serius dan keadilan karena anak-anak mereka masih dibawah umur.

Gabriel Goa selaku Ketua Dewan Pembina Pada Indonesia juga menegaskan jika terkait KITAP Roshni ini, ada yang terasa mengganjal di pihak Imigrasi, sebab pihak Roshni telah berulang-ulang memohon bantuan untuk menggantikan Sponsornya kepada ibu kandungnya namun hal itu belum kunjung direspon pihak Imigrasi.

Terkait hal ini, Menteri PPPA,  I Gusti Ayu Bintang Darmawati mengatakan, dalam kewenangannya akan dilakukan upaya terhadap kasus Roshni, sebab perempuan dan anak harus dilindungi.

“Kami akan menaruh perhatian terhadap kasus ini, dan kami mohon bantuan dari Padma Indonesia juga untuk membantu komunikasikan ini kepada pihak-pihak terkait”.

Komentar