oleh

Terkait Berita Media Timor, Amir Syamsudin Layangkan Hak Jawab Kedua Kalinya

HAK JAWAB AMIR SYAMSUDIN KEDUA KEPADA REDAKSI MEDIA TIMOR

Pada tanggal 25 november 2021, Redaksi Media Timor menerima surat dari Pengacara Amir Syamsudin &Patners dengan nomor 281/AS/21 ditujukan kepada Pemimpin Redaksi Media Timor dengan perihal Hak Jawab terkait pemberitaan yang telah dipublikasikan redaksi.

Dalam hak jawab tersebut terdapat tujuh point hak jawab.

  1. Bahwa tidak benar pernyataan-pernyataan atau statemen dari Roshni Lachhiram Parvani Sahdwani atau kuasa hukumnya Elza Syarief yang menyebutkan “Putusan Majelis Hakim Mahkama Agung RI (MA) melanggar ketentuan hukum yang berlaku”, karena faktanya baik klien kami maupun klien dari Elza Syarief belum menerima relaas pemberitahuan resmi putusan kasasi Mahkama Agung RI tersebut, sehingga sangat tidak masuk akal apabila Elza Syarief menyatakan putusan MA tersebut melanggar ketentuan hukum sedangkan para pihak saja belum ada yang menerima dan membaca isi putusan MA tersebut.
  2. Bahwa kami juga membantah gambar dan video yang di perlihatkan oleh Elza Syarief tersebut karena di dalam gambar dan video-video tersebut sengaja di potong/terpotong -potong oleh pihak Roshni sehingga tidak memperlihatkan adanya Tindakan klien kami yang sedang melakukan kekerasan fisik terhadap Roshni maupun anak-anaknya.
  3. Bahwa tidak benar pernyataan-pernyataan Elza Syarief yang menyatakan “Tindakan-tindakan kekerasan atau penganiayaan yang dilakukan Prithvi sudah seringkali terjadi”, karena faktanya tidak ada satupun bukti yang dapat diperlihatkan oleh Elza dan telah berkekuatan hukum tetap yang membuktikan klien kami telah melakukan kekerasan atau penganiayaan terhadap Roshni.
  4. Bahwa kami juga membantah pernyataan Elza Syarief yang menyebutkan “Prithvi melakukan penganiayaan atau kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kepada klien kami yang menyebabkan klien kami alami luka lebam di beberapa bagian anggota tubuhnya berdasarkan hasil visum” hal tersebut tidak benar dan tidak terbukti, karena faktanya, penyidikan terhadap perkara tersebut di Polda Metro Jaya telah dihentikan oleh penyidik dengan menerbitkan surat ketetapan perintah pengentian penyidikan (SP3) No. S.Tap/2535/IX/2020/Dit. Reskrim tertanggal 9 september 2020 dengan alasan tidak cukup bukti.
  5. Bahwa tidak benar pernyataan Roshni yang menyatakan “selama perceraian bergulir di pengadilan, Prithvi tidak pernah menafkai, baik anak-anak dan juga pelapor yang juga sebagai isterinya dan telah melaporkannya kepada pihak kepolisian Polda Metro Jaya. Hal tersebut tidak benar karena faktanya, klien kami selama proses perceraian selalu meminta nomor rekening kepada Roshni, bahkan kami juga telah mengirimkan somasi kepada Roshni agar Roshni memberikan nomor rekening banknya kepada klien kami agar klien kami mengirimkan biaya nafka kepada Roshni dan anak-anaknya sebagaimana tercantum di dalam surat kami nomor: 114/AS/2021 tertanggal 31 mei 2021 perihal: somasi I, yang ditujukan kepada Roshni namun hingga saat ini somasi kami tersebut tidak di tanggapi oleh Roshni maupun kuasa hukum Roshni Elza Syarief.
  6. Bahwa tidak benar pernyataan-pernyataan Elza Syarief yang menyatakan “mengingat Prithvi Suresh Vaswani sebagai suami yang jadi sponsor penerbitan KITAP istrinya, tidak memperpanjang dan menahan fisik KITAP kiliennya, dan dokumen pribadi milik kliennya”. Hal tersebut tidak benar, karena faktanya klien kami dan Roshni berdasarkan putusan putusan pengadilan negeri Jakarta selatan No 391/Pdt.G/2019/PN.Jkt.Sel tertanggal 18 juni 2020 telah putus perkawinannya karena cerai, dan terhadap amar putusan yang menyatakan cerai tersebut, baik Roshni maupun Prithvi tidak mengajukan banding atau kasasi sehingga oleh karena itu untuk perceraiannya telah berkekuatan hukum tetap sejak juni 2020 sehingga Prithvi tidak mempunyai kewajiban untuk melakukan perpanjangan kartu ijin tinggal tetap (KITAP) atas nama Roshni yang telah habis masa berlakunya tanggal 3 juli 2020, karena status Roshni bukan lagi merupakan istri dari Prithvi. Dan tidak benar klien kami menahan fisik KITAP atas nama Roshni dan dokumen probadi milik Roshni lainnya, karena faktanya, berkali-kali kami tanyakan kepada ELza Syarief bukti apa yang dimiliki sehingga bisa menyatakan KITAP dan dokumen pribadi milik Roshni tersebut ada pada klien kami? Namun Elza Syarief tidak bisa memberikan jawaban dan atau tidak bisa membuktikan bahwa KITAP dan dokumen-dokumen pribadi milik Roshni tersebut berada pada klien kami.
  1. Bahwa berdasarkan uraian uraian diatas, maka jelas terlihat Roshni maupun kuasa hukumnya Elza Syarief telah memberikan keterangan yang tidak benar meyangkut klien kami Prithvi Suresh Vaswani kepada media timor, sehingga kami mohon agar pihak redaksi media timor menyajikan berita yang berimbang dengan memuat Hak Jawab Atas nama klien kami kepada media tersebut dan juga mengirimkannya kepaada kami sebagai bukti Hak Jawab tersebut telah dimuat pada halaman Media Timor.

Demikian Hak Jawab Amir Syamsudin &Patners yang kedua ini kami penuhi untuk memenuhi pemberitaan yang berimbang dalam kasus tersebut.

Komentar