oleh

Pak Prithvi Suresh Vaswani Harus Mengerti Perasaan Anaknya

Jakarta, Media Timor – Prahara dalam rumah tangga memang rentan membawa dampak buruk bagi kondisi psikologis anak. Pertikaian antara ayah dan ibu rupanya bisa membuat anak menjadi bimbang dan sedih. Psikolog dari Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi atau akrab disapa Kak Seto, menyebut peristiwa semacam ini sebagai kekerasan segitiga maut.

“Pertama perceraian orang tua. Hal ini sebetulnya membuat anak bimbang. Kedua, Perebutan hak asuh. Anak juga kalau diperebutkan juga sangat sedih. Ketiga, pemaksaan-pemaksaan atau penutupan akses,” jelas Seto Mulyadi dalam Bedah Kasus Hak Asuh Anak Roshni Lachiram Parvani dan Prithvi Suresh Vaswani, pada Jumat (19/11/2021).

Kak Seto diketahui saat ini sedang menangani kasus anak dari pasangan Roshni Lachiram Parvani dan Prithvi Suresh Vaswani. Dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD), bertajuk ‘Penegakan Hukum Harus Lindungi Hak Anak’, pada Jumat (19/11), Kak Seto mengungkap, bahwa sejak awal menangani kasus tersebut sudah mendapat kesan traumatik yang dialami oleh sang anak kepada ayahnya.

“Pada waktu kami melakukan pemeriksaan secara mendalam, kebetulan saya juga psikolog, saya mendapatkan kesan kalau memang anak ini trauma terhadap Ayahnya lantaran mungkin sikap (Ayah) yang kurang berkenan di hatinya baik secara fisik maupun psikologis,” paparnya. (*)

Komentar