oleh

Anto Suroto Dorong Pelaku Pers Bangkitkan Sektor Ekonomi Kreatif

SERANG, MEDIATIMOR.COM – Pakar Ekonomi Kreatif Indonesia, Anto Suroto terus mengajak para pekerja pers di tanah air untuk ikut mendorong sector ekonomi kreatif untuk bangkit dalam krisis ekonomi belakangan ini.

“Saya kira pekerja Pers kita juga bagian dari Industri yang harus didorong, namun yang terpenting bagaimana pers mengajak dan terus mempublikasi hal-hal yang berkaitan dengan ekonomi kreatif kita. Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dari berbagai aspek bisa dilihat untuk di kembangkan. Sekarang, bagaimana kita ingin melakukannya”, ungkap Anto Suroto saat menghadiri acara Pengukuhan DPW MIO Provinsi Banten rabu, (3/10).

Ketua Umum Aliansi Perdagangan dan Industri Kreatif Indonesia ini mengatakan, sampah misalkan, adalah peluang besar yang bisa digarap dan bernilai ekonomis di Indonesia, dan hal itu sangat mudah untuk dilakukan. Misalkan saja untuk pembuatan tas, atau kerajinan lainnya. Hanya saja, belum banyak yang ingin memulai melakukan itu.

“Banyak sekali yang sudah kita lakukan, ada tas yang dibuat dari buangan bungkus kopi dan lainnya. Saya lihat misalkan di Banten ini, banyak yang bisa digarap dan bernilai ekonomis. Terlepas dari seni dan budaya yang ada di Kesultanan Banten ini juga harus kita dorong agar cagar budaya ini diolah secara professional untuk menggerakan sector pariwisata dan ekonominya”, ungkap Anto kepada media ini.

Ingin belajar online untuk pembuatan TV Online? klik judul ini

 

Pada sisi lain, ia juga menilai jika Indonesia masih terhalang dengan keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk bisa menggerakan sector ekonomi. Karena itu, dalam momen pelantikan DPW MIO Banten ini dirinya mengajak pelaku pers tanah air khususnya media-media yang bernaung dibawah MIO Indonesia untuk Bersama menggerakan ekonomi Indonesia lebih baik kedepannya.

“Selain itu, saya juga mengajak teman-teman media untuk tingkatkan SDM di bidang mereka karena pers juga sebagai Industri yang harus diperhatikan”.

Untuk mendengar komentar Anto Suroto, Klik disini

Komentar