oleh

Berat Rasanya Menuliskan Kisah Perjuangan Piter Kalakmabin dan Spei Yan Bidana

Mengenang Bapa Piter Rendah hati dan Setia Mendengarkan Voice of the Voiceless

Oleh. Freni Lutrun

Sejak mendengar kepergian Bapak Piter Kalakmabin, rasanya tangan ini terlalu berat menuliskan berita-berita tentang Kabupaten Pegunungan Bintang. Entah mengapa, tetapi dalam pikiran dan rasa ini sepertinya terlalu sulit melupakan sosok yang begitu luar biasa. Rendah hati, selalu mendengar keluh-kesah masyarakat, dan sedikit bertipe pendiam. Begitu kira-kira yang saya bisa lihat hati sosok almarhum Wakil Bupati kita Bapak Piter Kalakmabin. Tersimpan pesan terakhir dari beliau kepada saya yang meminta buatkan iklan partai Golkar. Hanya itu saja permintaan terakhirnya.

Awal pertemuan kit aitu terjadi pada tanggal 3 september 2020, dengan berita pertama yang saya rilis waktu itu dengan judul “Spei Bidana dan Piter Kalakmabin Siap Bangun Pegunungan Bintang”. Berita itu menjadi tanda awal hingga tulisan ini mengakhiri semua cerita perjalanan Bapak Piter.

Rakyat Pegunungan Bintang Pendukung Paket SEPTE

Gabriel Goa, salah satu teman baik bercerita, saat-saat dimana dirinya bersama Bapa Piter mempersiapkan diri untuk mendampingi Bapa Spei Bidana yang pada waktu itu bertekad untuk maju dalam Pilkada Pegunungan Bintang dengan tekad bulat menyiapkan SDM Orang Asli Pegunungan Bintang melalui pendidikan Dasar hingga Pendidikan Tinggi jika terpilih membuka Perguruan Tinggi pertama di Kawasan Pegunungan Papua berbatasan dengan Papua Nugini. Ini telah terbukti dan benar-benar menunjukan sosok Spei dan Piter memiliki Nurani yang begitu luar biasa untuk rakyatnya.

Gabriel Goa sebagai teman dekat menceritakan, Komitmen kedua sosok ini jika SDM sudah siap maka Orang Asli Pegunungan Bintang akan menjadi Pelaku Utama Pembangunan bukan menjadi penonton dan terpinggirkan. Setelah SDM siap maka partisipasi pembangunan dari Orang Asli pegunungan bintang akan sangat giat menuju kesejahteraan lahir dan bathin. Jika sudah sejahtera maka kita wajib bersyukur kepada Tuhan. Pesan-pesan ini disampaikan langsung Bapak Piter pada waktu dimana mereka berjuang menjadi pemimpin di daerah ini.

Wawancara Pertama kali bersama Media Timor tanggal 3 September 2020

“Almarhum Bapa Piter ingin sekali memberikan kado istimewa kepada TUHAN yakni membangun Gereja di Perbatasan seperti Gereja Katedral Jakarta. Beberapa kali almarhum mengunjungi dan berdoa di Gereja Katedral dan di depan Gua Maria Gereja Katedral Jakarta”, demikian pesan ini juga disampaikan kepada Gabriel Goa yang saat ini dipercaya menjadi Staf Khusus kedua pemimpin ini.

Menurut Gabriel Goa, dengan kepergian almarhum Bapa Piter Kalakmabin secara mendadak mengagetkan semua orang yang mengenal dekat almarhum.

“Sebelum almarhum meninggal ia masih sempat WhatsAp dan kontak menyampaikan bahwa beliau sudah selesai menyukseskan PON XX Papua dan sekarang mari kita fokus untuk mempromosikan Pegunungan Bintang ke fora nasional dan internasional”.

Cita-cita mereka akan hadirnya Universitas Okmin Papua dan Okmin tv Papua kini sudah terwujud. Promosi lewat Festival Budaya Melanesia dan Festival Kopi Pegunungan Bintang sedang dipersiapkan. Begitu juga program strategis Spei Bidana sedang berjalan dan didukung semua stakeholder.

“Kami percaya Bapa Piter yang rendah hati dan suka menolong sesama terutama voice of the voiceless menjadi Pendoa bagi kita semua bersama Bunda Maria dan diberkati oleh Tuhan. Bahagia Abadi di Rumah Bapa di Surga.

“Bapa Piter terus menjaga Pak Spei dan Keluarga serta rakyat Pegunungan Bintang agar proaktif bekerjasama membangun dan mempromosikan Pegunungan Bintang baik di fora nasional maupun internasional”, pesan Gabriel Goa dalam catatan ini.

 

Komentar