oleh

KPK Diminta Serius Tangani Dugaan Korupsi di NTT

JAKARTA, MEDIATIMOR.COM – Tingginya dugaan kasus korupsi di Nusa Tenggara Timur akhir-akhir ini membuat sejumlah aktivis organisasi asal NTT di Jakarta mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi. Mereka menuntut KPK harus lebih serius melihat dan menyelesaikan laporan yang telah diberikan masyarakat kepada KPK.

Aktivis yang tergabung dalam AMMAN Flobamora, Gerakan Republik Anti Korupsi (GRAK), Forum Pemuda NTT Penggerak Perdamaian dan Keadilan (Formadda NTT), pada senin 25  Oktober mendatangi KPK dan menyerukan agar segera mengusut  tuntas kasus dugaan korupsi yang terjadi di Propinsi NTT. Prilaku Pejabat di  Nusa Tenggara Timur yang korup tidak bisa dibiarkan terus berlanjut. Tindakan Korupsi harus  diusut tuntas, pelaku korupsi harus ditangkap dan dihukum sesuai dengan Undang-undang yang  berlaku.

Yohanes Hegon Kelen Keddati dari GRAK dan Formadda NTT dan Roy Watu selaku Ketua AMMAN Flobamora kepada mediatimor.com di depan Kantor KPK senin (25/10) mengatakan, Kedatangan ini dalam  rangka mengawal laporan dan aduan masyarakat yang diserahkan ke KPK pada tanggal 18  september lalu. Ada 3 berkas laporan yang telah diberikan diantaranya dugaan Korupsi Program Kegiatan Budidaya Ikan Kerapu di Wae Kulambu  Kabupaten Ngada, Dugaan Korupsi Belanja Pengadaan Beras Jaring Pengaman Sosial (JPS) Covid  19, dan Dugaan Kasus Korupsi dan Penyelewengan Dana di Bank NTT.

Selain itu dalam aksi tersebut, mereka meminta KPK memberikan perhatian khusus dan  serius terhadap 3 kasus dugaan korupsi yang telah diserahkan berkas pengaduannya. Mereka  berharap KPK dapat menolong Propinsi Nusa Tenggara Timur keluar dari mental korup dan  selamatkan NTT dari pemimpin yang korup.

“Hal ini dikarenakan kasus dugaan korupsi yang  terjadi di NTT tidak pernah diusut tuntas sampai ke akar-akarnya dan para pejabat korup malah  tidak pernah tersentuh dan semakin merajalela. KPK diminta turun ke  NTT dan melakukan pemerikasan lebih lanjut dan tuntaskan kasus dugaan korupsi”, jelas Roy Watu.

Komentar