oleh

Mengapa Wilayah Selatan Papua Jadi Prioritas Jokowi?

JAKARTA, MEDIATIMOR.COM – Presiden Joko Widodo belakangan ini cukup sering menaruh perhatiannya untuk wilayah selatan Papua. Banyak kalangan kemudian ikut bertanya-tanya, sebab selama pemerintahan Presiden RI, baru di tangan Jokowi memberi banyak perhatian terhadap Papua. Rupa-rupanya isu tentang kemungkinan besar wilayah selatan dibuka menjadi wilayah otonom sendiri pisah dari Provinsi Papua. Benarkah demikian?.

Direktur IRCI, Gabriel Goa

Jika dilihat dari adanya perubahan UU OTSUS Papua, muatannya itu tidak lain Presiden menghendaki wilayah Selatan Papua sebagai daerah terdepan NKRI yang berhadapan dengan Australia, New Zealand dan Negara-Negara Pasifik Barat bisa memiliki wilayah otonomi sendiri yakni Provinsi Papua Selatan.

Institute for Research, Consultation and Imformation of International Investment di Jakarta menilai kehendak Jokowi untuk wilayah selatan ini adalah sebuah kepastian terhadap nasib rakyat dan perlu mendapat perhatian serius dari semua elemen.

“Wilayah Papua yang namanya selalu dinyanyikan dalam lagu kebangsaan Negara Kesatuan Republik Indonesia mulai dari anak-anak hingga orang dewasa dan dalam upacara resmi dalam peringatan Hari-Hari Nasional adalah Merauke. Wilayah Selatan Papua selama ini kurang diperhatikan Pemerintah Pusat dan Provinsi Papua. Baru setelah Presiden Jokowi wilayah selatan menjadi prioritas program nasional”, ungkap Gabreil Goa, dari Institute for.Research, Consultation and Imformation of International Investment kepada mediatimor.com, minggu (24/10).

Ia menjelaskan, Merauke merupakan wilayah gerejani terkenal di dunia terutama di Vatikan karena wilayah Keuskupan Agung Merauke yang membawahi Keuskupan Sufragan Agats, Timika, Sorong dan Jayapura.

Ia mengharapkan ke depan Pemekaran Provinsi Papua Selatan bukan sekedar wilayah administrasi pemerintahan tetapi menjadi Kawasan Strategis Nasional dan Dunia. Futuro de Papua Selatan yang nantinya menjadi Provinsi Papua Selatan.

“Kami dari IRCI memberi perhatian, pertama, mendukung Presiden Jokowi mempercepat pembentukan Daerah Otonomi Baru Wilayah Selatan Papua menjadi Provinsi Papua Selatan. Kedua, mendukung Presiden Jokowi melalui Kementerian PUPR segera membangun Waduk Raksasa untuk kebutuhan listrik, air minum dan persawahan. Selain itu Kementerian PUPR membuka akses jalan trans perbatasan dari Merauke, Bovendigul, Pegunungan Bintang, Kerom hingga ke Jayapura. Ketiga, mendesak Kementerian Perhubungan segera menjadikan Bandara di Merauke menjadi Bandara Internasional dan Pelabuhan Merauke menjadi Pelabuhan Samudera serta membuka rute penerbangan nasional dan internasional juga pelayaran nusantara antar pulau dan samudera antar negara”, ungkapnya.

Pada point Keempat, IRCI mendesak Menteri Pertanian untuk jadikan Provinsi Papua Selatan sebagai Lumbung Pangan Nasional dan Internasional untuk memenuhi kebutuhan stok pangan nasional dan ekspor ke Papau Nugini, Negara-Negara Pasifik Barat, New Zealand, Australia dan Amerika Latin. Kelima, mendesak Menteri Kelautan dan Perikanan menjadikan Pulau Kimam sebagai Pusat Industri Perikanan Nasional dan Internasional.

Sementara itu, untuk mendukung pariwisata dan ekonomi, point Keenam, IRCI meminta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk menjadikan Provinsi Papua Selatan dan Pegunungan Bintang menjadi Kawasan Pariwisata Baru di Papua. Point Ketujuh, mendesak Menteri Kesehatan membangun Rumah Sakit Internasional di Merauke dan Presiden Jokowi bersama Konferensi Waligereja dan Keuskupan Agung Merauke bisa mengundang Paus Fransiscus untuk mengunjungi Jakarta, Sumba, Tual dan Merauke sekaligus jadi Destinasi Wisata Rohani dan Budaya Melanesia.

Komentar