oleh

Ungkap Tuntas Pelaku dan Auktor Intelektual Kejahatan Kemanusian di Pegunungan Bintang

JAKARTA – Peristiwa kemanusiaan yang terjadi di Kabupaten Pegunungan Bintang Provinsi Papua masih menjadikan tanda tanya besar Sebagian kalangan. Dugaan kuat pelaku dan actor intelektual kejahatan itu ada berkeliaran di Kabupaten itu. Hanya saja membutuhkan keberanian penegak hukum untuk melakukan Tindakan.

Pada sisi lain, sebagian besar kalangan juga mengkritisi jika euphoria kekacauan di Papua pada umumnya dilatarbelakangi muatan politik dan tumbuh-suburnya korupsi meskipun aksi-aksi kejahatan di Papua juga dilakukan kelompok kriminal bersenjata.

Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia menyatakan duka mendalam dengan kepergian Tenaga Kesehatan (Nakes) Gabriela Mai Lani yang secara tragis akibat pembakaran SD, Puskesmas dan Rumah Dinas di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang.

“Dengan rendah hati kami dari Lembaga Hukum dan Ham PADMA INDONESIA menyampaikan dukacita yang mendalam. Kami percaya bahwa almarhumah Gabriela Mai Lani mendapatkan kebahagian abadi di Rumah Bapa di Surga dan Keluarga Besar serta rakyat Pegunungan Bintang diberikan kekuatan dan penghiburan”, ungkap Gabriel Goa kepada media ini akhir pekan lalu.

Selanjutnya Padma Indonesia terpanggil untuk menyuarakan voice of the voiceless dari almarhumah Gabriela Mai Lani untuk tegaknya Keadilan dan terciptanya Perdamaian di bumi Cendrawasih khususnya di Pegunungan Bintang.

“Kami menyatakan, Pertama, meminta Presiden RI mendesak Menko Polhukham, Kapolri, Kapolda Papua dan Kapolres Pegunungan Bintang untuk segera menangkap dan memproses hukum Pelaku dan Auktor Intelektualis pembakaran gedung SD, Puskesmas dan Rumah Dinas Nakes serta meninggalnya secara tragis Tenaga Nakes Gabriela Mai Lanu di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua.

Kedua, mendesak KOMNAS HAM dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban untuk segera mendampingi dan melindungi SAKSI dan KORBAN atas peristiwa kejahatahan kemanusiaan di Pegunungan Bintang agar berani mengungkap Pelaku dan melalui Pelaku untuk dikejar Auktor Intelektualisnya ditangkap, ditahan dan diproses hukum.

Ketiga, mengajak solidaritas kemanusiaan Nasional dan Internasional serta Pers mendukung Presiden dan Bupati Pegunungan Bintang membentuk TiM PENCARI FAKTA KWIROK, Pegunungan Bintang untuk memgungkap tuntas Pelaku dan Auktor Intelektualis Kejahatan Kemanusian di Distrik Kwirok, Pegunungan Bintang Tanah Terjanji Bumi Cendrawasih.

Tindakan pelaku dan auktor intelektualis peristiwa kejahatan kemanusian di Kwirok, Pegunungan Bintang, telah menginjak-injak harkat dan martabat manusia voice of the voiceless anak-anak Bumi Cendrawasih”, tegas Gabriel Goa, Ketua Dewan Pembina PADMA INDONESIA.

Penulis/Editor: Fren Lutrun

Komentar