oleh

Jika Tidak Tuntas, Dipastikan Jokowi Bakal Kunjungi Pegunungan Bintang

JAKARTA – Peristiwa kemanusiaan yang terjadi di Kabupaten Pegunungan Bintang Provinsi Papua telah mamancing reaksi dunia internasional, mulai dari Pembakaran alat berat yang bekerja membangun jalan trans Papua dan meninggalnya tenaga Kesehatan di Distrik Kiwirok serta pembakaran puskesmas dan fasilitas negara bakal memancing kehadiran Presiden Joko Widodo, jika institusi negara seperti TNI dan POLRI tidak mampu menyelesaikan persoalan yang terjadi.

Menurut Padma Indonesia, salah satu Lembaga yang konsen terhadap Korupsi dan HAM itu menyatakan, bukan tidak mungkin Presiden Jokowi bisa hadir disana untuk memastikan semua persoalan harus selesai agar pembangun berjalan lancar.

“Saya kira, dengan gaya Bapak Presiden Jokowi yang begitu menaruh perhatian di Papua selama ini, maka sangat mungkin beliau bisa hadir jika Lembaga negara yang dipercaya tidak mampu selesaikan persoalan yang ada disana”, kata Gabriel Goa kepada media ini di Jakarta pada 1 Oktober 2021.

Menurutnya, persoalan meninggalnya tenaga Kesehatan dan pembakaran alat berat di Pegunungan Bintang itu cukup mengganggu jalannya roda pemerintahan serta masih juga menjadi tanda tanya besar Sebagian kalangan. Dugaan kuat pihak Padma Indonesia pelaku dan actor intelektual itu ada dan berkeliaran di Kabupaten itu. Hanya saja penegak hukum seperti POLRI belum berani melakukan Tindakan terhadap peristiwa itu.

“Kita sepakat kalau kekerasan juga terjadi ulah KKB, tetapi jika dilihat dari informasi yang beredar dugaan kita kelompok yang melakukan itu juga warga sekitar bahkan sangat mungkin aktornya orang elit dan masih memiliki power di masyarakat”, tegasnya.

Tentang kemungkinan Presiden Jokowi bisa hadir disana menurutnya hal itu sangat mungkin karena Pegunungan Bintang adalah batas NKRI dengan negara luar dan hal itu menjadi focus pemerintah pusat selama ini.

“Kabupaten Pegunungan Bintang itu batas negara dan dengan alasan itu, sangat mungkin beliau hadir disana. Ya tidak saja karena persoalan yang ada tetapi tentang nasib rakyat yang ada di batas negara begitu”, tegasnya.

Ia juga menegaskan, baiknya pihak POLRI segera menangkap pelaku dan actor intelektual sebelum presiden hadir di Kabupaten Pegunungan Bintang. Sebab jika kondisi memaksakan kehadiran Jokowi, seluruh pejabat negara termasuk TNI dan Polri bisa dievaluasi secara total.

“Itu sebabnya mengapa dari awal kami ingatkan bahwa Polri segera tangkap pelaku dan actor intelektual itu. Kan sangat tidak etis dan tidak bertanggungjawab jika hal itu harus memaksakan kehadiran Presiden”.

Penulis/Editor: Fren Lutrun

Komentar