Dua PMI Jadi Korban, Polda NTT Proses Oknum Dugaan TPPO

JAKARTA, MEDIATIMOR.COMDewan Pembina Lembaga Padma Indonesia, Gabriel Goa mengatakan, saat ini polda NTT sedang memproses oknum dibalik korbannya dua orang pekerja migran Indonesia asal NTT yang meninggal di Malaysia Timur.

“Duka kembali menimpa Keluarga Besar Flobamora atas meninggalnya dua orang Pekerja Migran Indonesia asal NTT yakni Yustika Ataplay (43 tahun) asal Alor di Tawau dan Aberlay Inacio asal Desa Litamali, Kobalima, Malaka di Sandakan, Malaysia Timur”, demikian kata Gabriel Goa dalam pesan singkatnya di WhatAp kepada mediatimor.com, minggu, (14/02).

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima dari Yudha, selaku Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia bahwa Korban Yustika Ataplay langsung dikuburkan di Tawau karena kondisi tubuhnya tidak bisa dibawa pulang ke NTT, sedangkan jenazah Aberlay Inacio sedang diurus persiapannya untuk dibawa pulang ke Indonesia dan Polda NTT sedang memproses dugaan korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

“Fakta membuktikan bahwa Negara hadir untuk melindungi Warga Negaranya. Kami dari Lembaga Pelayanan Advokaai untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas kerja keras tanpa pamrih dari BP2MI dan Kemenlu RI beserta Perwakilannya di Malaysia yang terus berkoordinasi aktif dengan kami dan keluarga serta jaringan di Malaysia dan NTT untuk menolong PMI asal Indonesia khususnya NTT”, ungkapnya.

Adapun point penting yang disampaikan, Padma Indonesia mendukung total proses penegakan hukum TPPO yang sedang dijalankan oleh Tim Polda NTT terkait dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang terhadap Korban Arbelay dan mendukung Kemenlu RI u.p Direktorat Perlindungan WNI dan BHI untuk terus melobi dan mengawal proses hukum terhadap Pelaku Human Trafficking dengan Korban Adelina Sau asal NTT di Pengadilan Malaysia.

Selain itu mendesak Kemnaker RI dan Pemprov NTT untuk segera mengoptimalkan LTSA (Layanan Terpadu Satu Atap) dan membangun BLK PMI (Balai Latihan Kerja Pekerja Migran Indonesia) bukan BLK Komunitas di Maumere untuk layani CPMI asal Flores, Adonara, Solor dan Lembata di Kupang untuk layani CPMI asal Timor, Rote Ndao, Sabu Raijua, Semau dan Alor di Tambolaka untuk layani CPMI asal Sumba.

Penulis/Editor: Fren Lutrun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *