Rektor UGM Sambut Baik Gerak Cepat Bupati Terpilih Pegunungan Bintang

JAKARTA, MEDIATIMOR.COM – Rektor UGM, Prof. Panut Mulyono, M.Eng memberi apresiasi dan menyambut baik rencana pembangunan salah satu perguruan tinggi yang dirancang Bupati terpilih Spey Yan Bidana dan wakilnya Piter Kalakmabin. Rektor menilai hal itu luar biasa karena Pegunungan Bintang berada di wilayah perbatasan.

Menurut Spey Yan Bidana Sebagai bupati terpilih kepada mediatimor di Jakarta pada rabu (06/01) menjelaskan, penandatanganan naskah kerja sama dengan UGM dan Bupati terpilih Pegunungan Bintang adalah langkah cepat dalam membangun Pegunungan Bintang lebih baik.

Spey Yan Bidana, ST., M.Si, Bupati terpilih Kabupaten Pegunungan Bintang 2020 – 2025, mengatakan Kabupaten Bintang adalah perbatasan negara sekaligus daerah tertinggal. Oleh karena itu, ia berharap dukungan dari UGM maupun alumninya untuk kegiatan pendidikan maupun percepatan pembangunan di Papua melalui Kabupaten Bintang.

Foto bersama Bupati Pegunungan Bintang terpilih, Spey Yan Bidana dan pihak UGM.

“Kita fokus pada pengembangan sumber daya manusia, hingga masyarakat bisa menempuh pendidikan dari S1 sampai S3. Adapun di desa kami perbatasan diharapkan berdiri universitas yang sudah dirancang. Embrio berdirinya universitas di perbatasan negara akan kita dorong menyiapkan sumber daya manusianya dan berharap UGM bersedia sebagai bapak angkat untuk universitas tersebut,” katanya.

Spey Yan Bidana menambahkan dalam rangka mencapai kesejahteraan maka pembangunan diarahkan melalui pengembangan sentra agribisnis di wilayah perbatasan negara Papua di Kabupaten Pegunungan Bintang. Diantaranya menyusun grand desain sentra agribisnis di Kabupaten Pegunungan Bintang dan menyusun secara detail Kawasan Agribisnis Berbasis Masyarakat.

Beberapa perencanaan terkait potensi yang dimiliki, salah satunya adalah bisnis berbasis peternakan dan beberapa distrik pegunungan yang memiliki potensi untuk pengembangan kopi Arabica dan sebelah timur agrobisnis pengembangan vanili. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Bintang sangat berharap UGM bisa membantu secara teknis membuat dokumen perencanaan sekaligus penyusunan anggaran.

Bupati terpilih Spey Yan Bidana saat menandatangani MoU bersama pihak UGM

Rektor UGM, Prof. Ir. Panut Mulyono, mengatakan, daerah Pegunungan Bintang harus lebih cepat maju. Tentu saja untuk memajukan daerah hal yang paling penting adalah mengembangkan kemampuan sumber daya manusia.

“Kita dengar tadi, bupati terpilih telah menyampaikan keinginannya merintis berdirinya sebuah perguruan tinggi, disana di perbatasan. Ini sebuah cita-cita mulia karena pembangunan daerah perbatasan ini kita lakukan jangan sampai daerah perbatasan kita lebih buruk dibanding negara tetangganya,” katanya.

Menurut Rektor jika negara tetangga jauh lebih baik dibanding dengan daerah perbatasan maka kondisi ini bisa berbahaya, sebab bisa-bisa warga negara di perbatasan menikmati fasilitas dari negara tetangga. Diantaranya berbagai siaran televisi dan radio, apalagi jika jalan di negara tetangga jauh lebih baik dibanding daerah perbatasan tentu berdampak kurang baik.

Karenanya, kata Rektor, pembangunan di daerah perbatasan menjadi hal yang sebisa mungkin menjadikan daerah perbatasan sisi Indonesia jauh lebih maju dibanding negara tetangga. Meski berat hal ini tetap harus dilakukan, sebab daerah yang berbatasan dengan Indonesia cukup panjang.

“Sementara terkait hal-hal taktis soal pembangunan, bagaimana UGM membantu perencanaan kawasan maupun perencanaan keuangan dan lain-lain, UGM memiliki pakar-pakar yng bisa membantu untuk itu. Karena di UGM juga ada Gugus Tugas Papua yang dipimpin Bambang Purwoko yang bekerja membantu daerah papua. Saya kira banyak hal yang bisa kita lakukan untuk peduli, bagaimana kita membangun derah pinggiran karena sangat penting kesejahteraan dan eksistensi NKRI,” tuturnya.

(Fren+sumberinternal*)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *