Kekuatan Politik di Pegunungan Bintang Papua Berbalik

Konstelasi politik di Kabupaten Pegunungan Bintang Papua, bisa dibilang berbalik arah secara drastis untuk mendukung pasangan SEPTE, atau pasangan Spey Yan Bidana dan Piter Kalakmabin dalam perhelatan pilkada desember nanti.

Pasangan SEPTE dalam tranding topik dan pembicaraan sosial media jauh unggul dibandingkan pasangan petahana Costan Otemka. Salah satu yang menjadi parameter pasangan SEPTE diatas adalah debat kandidat yang dilakukan KPU pegunungan bintang tidak dihadiri paket nomor urut 2 dan itu yang menjadi alasan rakyat bakal mengarahkan dukungan penuh untuk SEPTE.

Calon Bupati dan wakil Bupati pegunungan Bintang, Spey Yan Bidana dan Piter Kalakmabin memiliki kans politik dan punya peluang besar dalam kontestasi pilkada 2020 ini.

Dua tokoh putera pegunungan bintang ini terus melakukan pendekatan politik dengan menyampaikan visi besar mereka membangun dan merubah daerah itu lebih baik lagi. Program peningkatan ekonomi masyarakat, pembedayaan kaum muda, pendidikan, kesehatan, perbaikan sistem pemerintahan dan banyak hal lain yang menjadi primadona dua sosok ini untuk merubah pegunungan Bintang.

Pantauan media disaat paket ini melakukan kampanye di seluruh pelosok pegunungan bintang, dua sosok ini benar-benar mendapat tempat dihati rakyat dan hal itu terbukti dengan menguatnya arus dukungan dan arus balik dari pasangan lain dari berbagai lapisan masyarakat untuk mendukung paket ini.

Yan Spey Bidana dan Piter Kalakmabin telah memberi kepastian kepada rakyat untuk daerah itu lebih baik lagi dari keadaan yang terjadi saat ini. Misalkan saja, “perang” terhadap praktek korupsi, kolusi dan Nepostisme yang membuat daerah itu tidak berkembang dengan baik, bahkan membuat rakyat menjadi semakin terpuruk.

Kalangan anak muda juga ikut menyoroti selama ini, ada begitu banyak persoalan sosial, ekonomi dan politik yang terjadi dan justru membuat rakyat di daerah itu tidak berkembang dan maju sama seperti daerah lainnya di Indonesia. Mereka justru menilai ada kegagalan besar dalam pemerintahan saat ini. Dengan demikian mereka memberi kepastian untuk dua putera Pegunungan Bintang, Yan Spey Bidana dan Piter Kalakmabin memimpin daerah itu lima tahun mendatang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *