Dokter dan Perawat Diduga Lakukan Malpraktek

Jakarta – Pemerhati Hak Asasi Manusia, Gabriel Goa mendukung upaya DPRD dan Polda Jawa Barat untuk menyelesaikan adanya dugaan malpraktek yang diduga dilakukan oknum Dokter dan Perawat yang bekerja di rumah sakit PMI Bogor yang berakibat meninggalnya Julia Susanti (46), pada 2019 lalu.

Informasi yang diperoleh media ini dari keluarga korban pada rabu (23/09), menjelaskan, pihak DPRD Jabar juga telah bersurat untuk meminta rekam medis pada 2019 lalu di RS PMI Bogor.

Surat itu di tandatangani ketua DPRD Prov Jawa Barat dengan tembusan kepada Menkopolhukam RI dan Gubernur Jawa Barat di kirim langsung oleh Setwan DPRD Jabar.

Surat yang di terima oleh pihak – pihak instansi terkait itu berisikan telah terjadi dugaan pungutan liar terkait permohonan Rekam medis yang sampai saat ini tidak di berikan pihak RS.PMI Bogor dalam kematian Julia Susanti itu.

Sementara itu, menikdaklanjuti surat DPRD Jabar itu, pihak Polda Jabar juga telah melakukan pemeriksaan terhadap Dokter dengan inisial AN dan Perawat inisial AL termasuk pemeriksaan pihak keluarga korban korban.

Menurut keluarga korban, saat diperiksa Polda Jabar, dugaan malpraktek ini di ketahui dari nama Dokter dan Perawat yang menanggani Pasien dengan dugaan memberikan obat suntikan cairan.

Keluarga menduga kalau perawat yang bertugas itu baru lulus dan tidak mengerti prosedur pemberian obat cairan kepada Pasien BPJS ini.

Pihak keluarga melalui salah satu lembaga hukum di bandung yang pernah menangani masalah ini juga sudah mengirimkan surat kepada pihak Rumah Sakit tetapi belum di penuhi Permintaan Rekam medis yang terperinci seperti dokumen analisa Kejiwaan pasien termasuk jenis Obat suntikan yang diduga kategori obat keras yang efek sampingnya menyerang Jantung.

Menurut pihak keluarga resume rawat inap yang diberikan isinya tentu beda dengan Rekam Medis. Rekam Medis tidak di berikan RS dengan berbagai alasan yang tidak Jelas kepada keluarga dan menilai tidak tepat bila di katakan bahwa resume rawat inap merupakan rekam medis.

Dalam kasus ini, pemerhati HAM Gabriel Goa meminta pihak polda dan DPRD agar membantu korban mengungkap masalah ini sampai tuntas. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *