Kelompok Tani Hutan Rote Ndao Terima Bantuan Bang Pesona Tahap Dua

JAKARTA – Sinergi antara Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Yohanis Fransiskus Lema dengan Kementerian Lingkungan Hidup san Kehutanan (KLHK) kembali membuahkan manfaat bagi Kelompok Tani Hutan di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sembilan Kelompok Tani Hutan di Rote Ndao yang sebelumnya telah mencairkan Bantuan Gerakan Ekonomi Produktif dan Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial (Bang Pesona) senilai Rp 30 Juta, telah melakukan pencairan tahap kedua senilai Rp 20 juta. Dengan demikian, genap bantuan senilai Rp 50 juta per kelompok telah diterima masyarakat untuk dimanfaatkan dan dikelola bagi kemajuan pertanian dan peternakan.

“Akhirnya seluruh dana Bang Pesona telah sampai di tangan kelompok tani ternak NTT yang butuh bantuan. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 yang mempengaruhi pendapatan rakyat, bantuan-bantuan dari pemerintah harus cepat dan tepat sasaran,” ujar kader PDI Perjuangan yang akrab disapa Ansy Lema, di Jakarta, Sabtu (19/9/2020).

Kelompok tani hutan di Rote Ndao terdiri dari 135 orang kepala keluarga yang sudah mandiri dan membelanjakan sendiri bantuan dana sesuai dengan kebutuhan dan potensi masing-masing kelompok. Kali ini kelompok penerima bantuan membeli anakan (bibit) sapi, kambing, dan babi. Total pembelian sebanyak 151 ekor. Bibit-bibit hewan ternak ini akan dirawat dan dilipat gandakan untuk membangun peternakan berdikari di Rote Ndao.

“Saya sangat senang ketika menerima kiriman video dan foto-foto dari sembilan kelompok tani hutan. Mereka manfaatkan program Bang Pesona untuk membeli anakan (bibit) sapi 42 ekor, kambing 94 ekor, dan babi 15 ekor. Harapan saya, kelompok tani ternak di Rote bisa bangkit dari dampak ekonomi karena pandemi serta menciptakan stabilitas produksi dan pendapatan dari hasil ternak,” kata Ansy.

Menurut Ansy, potensi peternakan sapi, kambing dan babi di Rote sangat besar karena ditunjang ketersediaan pakan dan pasar yang memadai. Bila dikembangkan dengan benar, peternakan bisa menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Rote. Karena itu, ia mengapresiasi inisiatif kelompok penerima bantuan untuk membeli ternak untuk dipelihara.

“Apresiasi perlu saya sampaikan pada kelompok tani hutan penerima bantuan di Rote. Mereka cerdas dan tepat sasaran memanfaatkan Bang Pesona untuk menunjang usaha yang memang menjadi kekuatan dan keahlian mereka. Program-program demikian perlu disesuaikan dengan kearifan lokal dan kapasitas SDM agar tidak sia-sia”, tegas Ansy.

Sebagai putra daerah dari NTT, Ansy melihat bantuan-bantuan seperti Bang Pesona adalah langkah konkrit membantu warga NTT. NTT perlu semakin melebarkan sayapnya terutama di sektor agrowisata, hasil hutan, potensi alam dan industri lainnya. Sebagai contoh, dalam resesnya di Pulau Rote, Ansy menemukan bahwa ekonomi masyarakat bisa bertumbuh pesat apabila ada pengembangan hasil Perhutanan Sosial dari hulu ke hilir.

“Ketika melakukan reses di Rote Ndao, saya mencatat bahwa potensi madu hutan dan penyulingan kayu putih di Rote bisa menjadi opsi strategis untuk membantu perekonomian warga. Potensi di sektor lain seperti agrowisata juga perlu diberdayakan agar potensi-potensi daerah yang selama ini terkubur, bisa dikembangkan untuk kepentingan publik,” terangnya.

Menurut Ansy, NTT yang maju dan sejahtera hanya bisa diwujudkan apabila ada sinergi antara masyarakat, pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan legislatif.

Sementara itu saat di konfirmasi media ini sabtu 19/9/2020 ketua dpc Pdip kabupaten Rote Ndao mengatakan Katong berterima kasih dan bersyukur karena di tengah pamdemi covid katong terbatas dalam aktifitas tapi perjuangan Politis PDI Perjuangan di senayan K Ansy Lema dapat memberikan harapan bagi basodara kita dengan ternak dan anakan2 produktif. (TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *