oleh

Kapolda Harus Usut Tuntas kejadian di Polresta Kota Sorong

SORONG, MEDIATIMOR.COM – Tragedi kematian tahan Rico menjadi viral akibat kelalaian oknum anggota polisi yang bertugas di polresta kota Sorong. Hal ini membuat pihak keluarga meluapkan emosi sehingga melakukan aksi demo damai di depan Mapokres kota Sorong tanggal 31 Agustus lalu.

Menurut Anggota DPD RI Sanusi Rahaningmas setelah ia melihat vidio yang beredar dan viral menunjukan sebuah arogansi oknum anggota dalam menangani kasus kejahatan apalagi kejadian terjadi di dalam ruangan Mapolres sendiri.
“Kita tau setiap anggota menangani sebuah kasus kejahan sudah tentu mengacu pada SOP ( Standarf Opradional Prosedur) itu adalah benar sesuai ketentuan. Namun dibalik aturan yang ada perlu diimbangi dengan kebijakan yang berasaskan prikemanusiaan”, ungkap Sanusi melalui pesannya di WhatAp kepada media ini kemarin tanggal 3 September 2020.

Menurut Senator Papua Barat yang juga berdomisi di kota sorong sejak tahun 1985 ini tindakan itu sangat berlebihan apapun alasanya apalagi sampai menghilangkan nyawa orang. Meskipun orang itu telah melakukan suatu tindak kriminal yang sangat berat tapi dia memiliki hak atas perlindungan hukum karena nanti hukumlah yang membuat efek jerah kepada yang bersangkutan dan ada pada putusan pengadilan.

Dijelaskan, sekalipun yang bersangkutan telah melanggar pasal berlapis menurutnya Kapolda Papua Barat melalui Kapolresta Sorong harus memberikan perlindungan kepada masyarakat dan tidak berpihak kepada Anggotanya agar tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja kepolisian tidak sirnah dimata masyarakat.

Untuk itu Sanusi Rahaningmas berharap apa yang telah dilakukan oleh pihak Polda melalui Propam Polda dan Kapolresta kota sorong perlu didukung dan diapresiasi agar ada penyelesaian hukum pada oknum atau pelaku dari anggota polri yang melakukan tindakan tidak terpuji dan menghilangkan nyawa orang lain.

“Sekalipun dia adalah penjahat tapi sudah ada dalam tangan polisi maka perlu diperlakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku”, jelasnya.

Dikutip dari VOA, Amnesty International Indonesia juga telah meminta kepolisian mengusut tuntas kematian George Karel Rumbino alias Riko, yang adalah adik ipar dari musisi Edo Kondologit. Riko tewas dalam tahanan Mapolres Sorong, Papua Barat, diduga akibat tindak kekerasan. Riko ditahan atas kasus dugaan perampokan dan pembunuhan. (fren)

Komentar