oleh

Kepsek Muhammadiyah Kota Ternate Diberhentikan, Kadikbud: Ini Bukan Soal Politik

MEDIATIMOR.COM – Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah Kota Ternate Nusranny Samaun dicopot dari jabatannya. Alasan pencopotannya tak lain karena yang bersangkutan tidak mampu mempertanggungjawabkan keaslian ijazah Usman Sidik yang saat ini ikut dalam kontestasi Pilkada Halmahera Selatan (Halsel).

Pemberhentian Kepsek Nursanny Samaun yang juga akrab disapa Nani itu turut dibenarkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kehudayaan (Dikbud) Maluku Utara (Malut) Imam Makhdy Hasan.

“Iya betul, Kepsek kita copot dari jabatannya, karena sudah berani jumpa pers dan menyampaikan sesuatu yang tidak benar,” terang Imam seperti dikutip Maluttoday, Selasa (25/8/2020).

Imam mengaku menyesalkan sikap Nani yang disebutnya tidak kooperatif saat dipanggil untuk klarifikasi soal simpang siur ijazah palsu Usman Sidik.

“Kepsek itu seorang pegawai di bawah Dikbud, ketika dipanggil itu tidak perlu ada orang yang mendampingi (kuasa hukum). Kepsek itu kan ASN. Ini bukan pengadilan yang panggil, tetapi pimpinan yang panggil,” tegas Imam.

Sebelumnya, Nany bersama beberapa pihak termasuk kuasa hukum yang mendampinginya, menggelar konferensi pers menanggapi isu yang beredar mengenai ijazah palsu Usman Sidik.

Namun, saat dipanggil untuk mempertanggungjawabkan keaslian dokumen sebagaimana disampaikan dalam konferensi pers, dirinya beralasan sakit.

“Ini mengenai pendidikan, ketika diminta buku induk 8355 itu ada, berarti itu bohong,” papar Imam.

Tak hanya itu, Imam juga menepis tudingan soal pemberhentian Kepsek Muhammadiyah Kota Ternate ini lantaran ada kaitan dengan Pilkada Halsel.

Ia meminta masyarakat untuk membedakan tugas dan fungsinya sebagai seorang Kadikbud yang mengurusi perihal pendidikan, bukan ikhwal perpolitikan.

“Tidak ada urusan politik dalam pemberhentian Kepsek. Kita urusan pendidikan bukan politik,” pungkasnya. (tim)

Komentar