oleh

Aktivis Papua Minta Perpanjang Otsus Jilid II

JAKARTA, MEDIATIMOR.COM – Rencana besar pemerintah untuk memperpanjang Otonomi Khusus Jilid II di Papua dan Papua Barat meskipun sebagian kelompok masih menolak, namun aktivis Papua yang berada di Jakarta terus memberi dukungan untuk jilid II dengan catatan harus dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap penggunaan dana otsus yang telah dipakai selama ini.

“Pada prinsipnya kami mendukung, tetapi harus juga dilakukan evaluasi agar kita bisa mengetahui dimana letak persoalannya sehingga pada tahapan berikutnya tidak lagi menuai masalah, sekaligus juga untuk melihat hal prioritas untuk rakyat”, demikian hal itu mengemuka dalam jumpa pers yang dilakukan Aliansi Aktivis Papua, di Hotel Balairung Matraman jakarta, rabu, (26/08).

Tiga tokoh muda dan aktivis Papua yang dihadirkan dalam jumpa pers itu, Jefry Papare, alumni hubungan internasional UKI, Yoel Ulimpa, Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Jaya Baya dan Abinus Sama, Alumni mahasiswa Australia Nasional University.

Jenfry Papare dalam keterangannya mengungkapkan, Persoalan Papua terlalu kompleks untuk dibcarakan, dan membutuhkan waktu, pemikiran kritis dan hati-hati dalam memberi solusi terhadap Papua.

Ia juga mencontohkan, kasus-kasus penggunaan lahan rakyat oleh banyak koorporasi juga terjadi dan justru berakhir dengan meninggalkan masalah antara rakyat dan pihak perusahaan, sementara lahan rakyat Papua hal kepemilikannya kolektif.

“Ini juga yang penting agar ketika bicara soal Papua dan menginginkan ada penerapan jilid II, maka kita harus lebih hati-hati. Meski begitu, prinsip kami mendukung”, jelas Jefry.

Sementara itu, Yoel Ulimpa memberi isyarat kepada pemerintah untuk baiknya negara harus percaya kepada rakyat Papua, dan segalah kebijakan harus melibatkan seluruh orang Papua.

“Saya mendukung, tetapi baiknya untuk menyelesaikan soal Papua, libatkan semua elemen negara tanyakan kepada mereka apa yang mereka inginkan”, ungkap Yoel.

Abinus Sama, mahasiswa alumni Australia itu menilai, silahkan jika pemerintah ingin memberi otsus jilid II, namun perlu adanya evaluasi menyeluruh. Selain itu, dana otsus yang begitu banyak harus memprioritaskan kebutuhan kesehatan, pemulihan ekonomi rakyat dan pendidikan. (fren)

Komentar