Kompak Indonesia Minta Parpol Jangan Dukung Calon Bermasalah Hukum

JAKARTA, MEDIATIMOR.COM – Ketua Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi Indonesia (Kompak Indonesia), Gabriel Goa, meminta semua partai politik untuk jangan memberi rekomendasi kepada calon-calon kepala daerah yang berpotensi masalah hukum.

“Tepat pada tahun emas 75 tahun kemerdekaan RI, dan sebagaimana keinginan Presiden Indonesia untuk mengurangi praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme di negeri ini, maka kami Kompak Indonesia tentu mendukung penuh niat baik Presiden agar kedepan bangsa ini menjadi lebih baik”, demikian kata Gabriel Goa, Ketua Kompak Indonesia, usai dirinya melaporkan adanya dugaan praktek Korupsi Bupati Pengunungan Bintang ke Komisi Pemberantasan Korupsi pada minggu lalu.

Dirinya menjelaskan, semua partai politik memiliki komitmen yang sama untuk pemberantasan korupsi di negeri ini, tetapi harus dibuktikan dengan tidak mendukung bakal calon kepala daerah yang akan bertarung di pilkada 2020 nanti.

“Kita berharap Partai-partai besar seperti Golkar, PDIP, Gerindra, Nasdem, PKS dan beberapa partai lain yang paling sering mengatakan memerangi Korupsi itu agar mereka harus bisa tunjukan dengan tidak mendukung calon-calon yang berpotensi ke masalah hukum”, tegas Gabriel.

Menurutnya, dengan tidak memberi dukungan kepada calon kepala daerah bagi mereka yang beresiko hukum, memungkinkan partai semakin bersih dan memiliki power untuk mencalonkan jagoan mereka sebagai presiden dan wakil presiden di 2024 mendatang.

Ia menambahkan, partai-partai yang tidak memiliki komitmen untuk memerangi praktek KKN, maka rakyat tentu tidak memberi dukungan bagi partai tersebut, tidak saja dalam pilkada 2020 tetapi juga di pilpres nanti.

“Harus kita ingat bahwa rakyat kita sudah jenuh dengan politik dan mereka menginginkan adanya perubahan dan itu dibuktikan dengan pemimpin yang bersih. Bagaimana kalau keinginan rakyat begitu tetapi partai tidak mengikuti apa yang rakyat inginkan. Ini akan menjadi fokus kami agar jangan main-main dengan persoalan Korupsi di negara ini”, jelasnya. (fren)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: