oleh

Sanusi Rahaningmas Minta Uji Coba Vaksin Dimulai Dari Menteri dan Keluarga

JAKARTA, MEDIATIMOR.COM – Senator asal Papua Barat Sanusi Rahaningmas meminta pemerintah untuk melakukan uji coba vaksin buatan Cina yang direncanakan pada bulan januari 2021 itu dimulai dari para Menteri dan Keluarga.

“Kita minta untuk uji coba itu dimulai dari Menteri dan keluarganya”, ungkap Sanusi kepada media ini melalui pesan WhatApnya selasa, (11/08).

Menurutnya, sebagian kalangan masih menolak dikarenakan belum pernah di gunakan di Cina tapi malah di gunakan digunakan di Indonesia.

Dijelaskan, kendati berbagai upaya perintah dalam penanganan Covid 19 yang sudah berjalan kurang lebih 7 bulan di Indonesia dan dunia pada umumnya, Insonesia sudah menghabiskan anggaran kurang lebih 9 ratus triliun tapi blm ada hasil yang maksimal dan membuat masyarakat tidak begitu percaya dengan hal tersebut akibat bosan degan kebijakan pemerintah.

Bahkan, dengan kondisi tersebut berbagai kebijakan pemerintah banyak bersentuhan lansung dengan rakyat.

“Terkesan ibarat dibuat lahan untuk kepentingan kelompok tertentu dengan adanya program kartu pencari kerja dan lain-lain. Sekarang ini masyarakat butuh makan. Ditambah lagi dengan kebijakan tidak boleh berada di tempat keramaian seperti di pasar di tutup, rumah ibadah tutup, sekolah tutup  dengan belajar online merupakan bisnis telkomsel dan lainnya.

Dengan kondisi ini, menurut Senator Papua barat ini, terkait upaya pengadaan Vaksin oleh ketua Covid Nasional dan Menteri kesehatan yang ingin mengadakan Vaksin buatan Cina dirinya menilai menurut  sebagian kalangan belum pernah di gunakan di cina tapi malah di gunakan digunakan di Indonesia yang rencananya pada bulan januari 2021.

Menurut Sanusi Rahaningmas, hal tersebut juga mendapat tanggapan dari Mantan Menteri kesehatan RI Siti Fadilah.  Dengan demikian ia berharap jangan sampai rakyat Indonesia di jadikan kelinci percobaan dengan Vaksin  tersebut.

“Kiranya uji coba Vaksin di mulai dengan Menteri Kesehatan dan Menteri MUMN beserta keluarga dan staf kementrian sebelelum di berikan kepada Rakyat Indonesia lainya.

Ditambahkan, alasannya karena itu adalah program Menteri jadi selayaknya lebih dulu di gunakan oleh mereka sama halnya dengan perogram Kalung penangkal Corona oleh kementrian Pertanian  ( Kementan) melalui badan penelitian dan pengembangan pertanian  ( Balitbangtan) itu hasilnya lebih dulu dibagi kepada para Menteri dan Pejabat Negara Lainya. (*fren)

Komentar