oleh

Padma Indonesia Mita SKK Migas dan DPR Terbuka Untuk Rakyat MBD

JAKARTA – Direktur Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia (Padma Indonesia), Gabriel Goa meminta Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Impex selaku operator harus terbuka dengan rencana kerja Migas Masela untuk rakyat Maluku Barat Daya dan MTB sebagai Kabupaten penghasil.

“Kita berharap SKK Migas dan Impex sekalu operator terbuka kepada publik sejauhmana progres Migas Masela itu berjalan dan seberapa besar partisipasi rakyat di daerah penghasil”, jelas Gabriel kepada media ini di Jakarta menjawab hasil dialog para tokoh masyarakat Maluku Barat Daya yang berlangsung hari ini, sabtu (08/08).

Ia mengungkapkan, rencana besar ini akan memiliki dampak yang yang paling besar kepada masyarakat sehingga pemerintah dalam rencana ini jangan sampai mengabaikan pemangku kepentingan di daerah, misalkan saja tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, LSM, akademisi dan lainnya.

Dalam banyak kasus yang pernah ditangani oleh Padma Indonesia, ada kesan kebijakan pemerintah banyak mendapat penolakan dari masyarakat yang berdampak pada konflik sosial di masyarakat.

“Dengan dasar itulah, kami telah menyatakan diri dari awal bahwa siap mengawal blok Masela agar jangan sampai rakyat di korbankan. Hal prinsip yang sering lalai oleh pemerintah misalkan soal lahan, tenaga kerja, kerusakan lingkungan dan pendapatan masyarakat dari kehadiran sebuah perusahaan tidak ada”, tegas Gabriel.

Selain SKK Migas, pihak DPR khususnya Komisi VII juga harus menyampaikan secara terbuka kepada kedua wilayah tersebut, MBD dan MTB sehingga rakyat tau dimana porsi rakyat itu dilibatkan dalam Migas Masela ini.

Pada sisi lain, Gabriel juga mendorong masyarakat untuk membicarakan hal ini secara serius kepada DPRD Provinsi dan Kabupaten agar lembaga ikut memberi bersama rakyat terkait rencana ini.

“Yang kita khawatirkan adalah, jangan sampai DPR yang adalah representasi rakyat justru mereka berbeda pikiran dengan apa yang rakyat inginkan”. (Fren)

Komentar