oleh

Gerakan Pemuda Papua Minta Kasus Papua Jangan Dipolitisir

JAKARTA – Ditengah problem bangsa Indonesia menghadapi ancaman Covid-19, Gerakan Pemuda Papua meminta pemerintah agar lebih serius melihat berbagai persoalan Papua yang belakangan ini terjadi bahkan terkesan mengganggu situasi pembangunan Papua dan Papua Barat.

Tiga orang tokoh muda asal Papua dan Papua Barat, Jefri Papare Rais Anwar selaku Ketua Mahasiswa Fak-Fak Jabodetabek dan Marius Air, mengecam sejumlah elemen Papua di Indonesia ataupun yang berada di luar negeri yang selama ini paling sering mengkampayekan isu rasisme dan menghubungkannya dengan rakyat Papua. Padahal pemerintah dan rakyat papua berada dalam situasi ancaman Covid-19.

“Kami megajak rakyat Papua agar tidak muda terprovokasi dan jangan termakan Hoaks karena itu sangat berbahaya dalam membangun Papua. Kita juga berharap semua elem Papua bersama menyelesaikan persoalan Covid-19”, ungkap tiga tokoh muda ini di Balairung Matraman pada senin lalu.

Jefri Papare Alumni mahasiswa hubungan Internasional Universitas Kristen Indonesia menyampaikan, persoalan rasisme di negara lain tidak perlu dipikirkan karena hanya mengganggu konsentrasi pemerintah dan rakyat Papua sendiri dalam membangun Papua lebih baik.

Jefri Papare misalkan, menekankan, saat ini pemerintah dan rakyat Papua dalam pergumulan menyelesaikan masalah conid 19 saat ini mengalami peningkatan di Papua sehingga hal-hal yang sifatnya hanya memperkeruh suasana baiknya tidak perlu ditanggapi.

Mereka menekankan, Indonesia, dalam sejarahnya tidak pernah ada praktek rasisme kecuali pada urusan lain misalkan saja hukum. Sehingga isu-isu di luar negeri yang beraroma politik baiknya tidak harus dikaitkan ke urusan Papua karena Papua memiliki sejarah dan keutuhan bersama NKRI yang kuat.

(tim-red)

 

Komentar