Jangan Pilih Kasih di Bantuan Covid-19 Dengan Alasan Bukan Warga Setempat

PAPUA, MEDIATIMOR.COM – Anggota DPD RI asal Provinsi Papua Barat, Sanusi Rahaningmas menegaskan kepada pemerintah agar bantuan yang diberikan kepada masyarakat jangan ada pilih kasih. Siapapun dia dan dimanapun dia selama status warga negara Indonesia layak mendapatkan bantuan.

“Kami minta kepada Presiden dan dan seluruh Gubernur Bupati dan Walikota se Indonesia agar dalam memberikan bantuan sembako kepada masyarakat akibat Pandemi Covid 19 jangan ada pilih kasih atau pilih warga”, Demikian Rahaningmas menyampaikan itu dalam pesannya kepada media ini, senin, (13/04).

“Artinya dalam kondisi negara menghadapi musibah virus Corona ini membuat Pemerintah baik dari pusat sampai ke daerah sangat kewelahan dalam berbagai hal. Baik dalam penangan berupa APD maupun pemberian bantuan lainya”, tambah Sanusi

Tapi meskipun demikian bagi Sanusi Rahaningmas, Negara melalui Presiden RI dan jajaran Pemerintahanya sudah berupaya berbuat maksimal untuk penanganan kasus dengan Mengalokasikan anggaran Ratusan Trilliun. Namun yang menjadi masalah apakah dana tersebut betul-betul menyentuh seluruh masyarakat yang tarap kehidupan menengah kebawa atau tidak itu yang jadi masalah.

Oleh sebab itu hampir di semua pemprov. Pemkab dan Pemkot juga melakukan hal yang sama untuk membantu masyarakat akibat Musibah Covid 19 ini.

“Sebagai wakil dari daerah Senator DPD RI yang merupakan Representasi Papua Barat saya minta kepada seluruh Gubernur, Bupati dan Walikota se Indonesia agar dalam memberikan bantuan kepada masyarakat jangan hanya di prioritaskan kepada masyarakat asli dari daerah tersebut alias yang ber KTP atau KK setempat tapi tolong juga perhatikan para Mahasiswa dan para pekerja yang datang dari luar daerah untuk sekolah, Kuliah dan mencari kerja tapi dengan kondisi ini banyak yang di rumahkan alias diam saja di rumah sedangkan mereka mengalami hal yang sama.

Menurut Sanusi, meskipun ada aturan untuk libur panjang, tapi tidak bisa kembali ke daerah masing akibat adanya aturan yang diterapkan dalam rangka memutus mata rantai dari pada virus tersebut sehingga dengan kondisi ini katanya pasti banyak yang mengalami kekurangan berupa biaya hidup.

“Oleh sebab itu saya, sebagai Anggota DPD RI Dapil Papua Barat agar agar Pemerintah Pusat maupun Pemerintah daerah dapat melihat hal ini agar jangan sampai ada yang meninggal bukan karena Corona tapi karena Lapar. Teristimewa para Pelajar dan Mahasiswa yang lagi menuntut Ilmu dan juga para pekerja yang dari luar daerah, alias tidak ber KTP setempat.

“Semua masyarakat Indonesia dari Sabang Sampai Merauke wajib mendapatkan pelalayanan yang sama sebagai warga negara”, jelasnya.

Sanusi juga meminta kepada Presiden Republik Indonesia agar dapat memberikan instruksi kepada semua Gubernur Bupati dan Walikota terkait hal ini agar jangan sampai ada masyarakat yang meninggal bukan karena positif Corona tapi meninggal karena Lapar.

Ia menambahkan, hal yang sama juga kepada para pedagang kecil dan menegah atau UMKM yang sering di medsos mereka disuruh tidak boleh berjualan untuk mengungurangi kerumungan masa tapi mereka tidak diberi solusi, tetapi karena alasan mereka harus bayar kredit dan Makan keluarga ini juga perlu ada perhatian khusus dari pemerintah dalam hal ini bapak Presiden agar dana yang sudah dianggarkan Puluhan Triliun rupiah jangan sampai disalah gunakan oleh peihak-pihak tertentu untuk kepentingan pribadi atau kelompok.

“Negara dalam keadaan musibah dan diberlakukan aturan untuk diam di rumah saja maka sudah pasti banyak masyarakat kecil dan menengah yang akan menghadapi kesulitan dalam berbagai hal ini. (Fren Lutrun )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *